Darurat Karhutla, Kepala BNPB: Jangan Sampai Kita Mengirim Asap ke Negara Tetangga
Kamis, 21 September 2023 - 07:25 WIB
Dia pun mencontohkan Indonesia menjadi salah satu negara terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19. Suharyanto berharap ini tidak dinodai dengan penanganan karhutla yang berdampak luas, khususnya karhutla di Sumatera dan Kalimantan, hingga negara tetangga di Asia Tenggara.
Suharyanto mengatakan sebelumnya kejadian karhutla di wilayah Indonesia berkurang karena pengaruh musim yang cenderung basah dan adanya pandemi Covid-19. Namun kali ini, fenomena El Nino dapat memberikan dampak musim yang lebih kering dan memicu karhutla.
Di hadapan peserta rakor, meskipun tidak tercatat adanya hot spot di wilayah Kalbar, Suharyanto meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla dari berbagai unsur seperti pemerintah daerah, TNI dan Polri untuk memastikan api yang sudah padam benar-benar padam. “Takutnya kalau kering lagi, nanti dapat kembali terbakar,” ucapnya.
Suharyanto mencontohkan kasus karhutla di Provinsi Sumatra Selatan beberapa waktu lalu. “Kalau api sudah besar seperti di Sumsel, ini sangat sulit untuk dipadamkan. Meskipun ada tiga helikopter water-bombing, ini seperti disiram air namun tidak signifikan. Satu-satunya cara kalau api sudah besar, kita datangkan hujan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Suharyanto menggarisbawahi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan karhutla. Pertama, jangan sampai membiarkan api besar dan terlambat dalam memadamkan.
Suharyanto mengatakan sebelumnya kejadian karhutla di wilayah Indonesia berkurang karena pengaruh musim yang cenderung basah dan adanya pandemi Covid-19. Namun kali ini, fenomena El Nino dapat memberikan dampak musim yang lebih kering dan memicu karhutla.
Di hadapan peserta rakor, meskipun tidak tercatat adanya hot spot di wilayah Kalbar, Suharyanto meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla dari berbagai unsur seperti pemerintah daerah, TNI dan Polri untuk memastikan api yang sudah padam benar-benar padam. “Takutnya kalau kering lagi, nanti dapat kembali terbakar,” ucapnya.
Suharyanto mencontohkan kasus karhutla di Provinsi Sumatra Selatan beberapa waktu lalu. “Kalau api sudah besar seperti di Sumsel, ini sangat sulit untuk dipadamkan. Meskipun ada tiga helikopter water-bombing, ini seperti disiram air namun tidak signifikan. Satu-satunya cara kalau api sudah besar, kita datangkan hujan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Suharyanto menggarisbawahi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan karhutla. Pertama, jangan sampai membiarkan api besar dan terlambat dalam memadamkan.
Lihat Juga :