Perjalanan Reorganisasi Kopassus di Antara Dua Jenderal TNI Ini
Minggu, 17 September 2023 - 08:51 WIB
Tujuan seleksi itu adalah mencari prajurit komando yang mampu membuat keputusan cepat, tepat, dan mandiri dalam kondisi tertekan dan puncak kelelahan.
"Menurut peta, ia berada di X; sedangkan kemungkinan keberadaan musuh di Y. Maka ia harus dapat mengambil keputusan yang tepat untuk bertidak," ucap Luhut.
Seleksi dilakukan di Sukabumi yang merupakan daerah latihan Detasemen-81/Antiteror dengan medan yang sangat berat. Setiap anggota diberi peta dan kompas sebagai alat bantu untuk mencari dan menemukan sasaran yang dituju.
Mereka yang tidak teliti membaca peta akan tersasar masuk jurang, sehingga banyak kehilangan waktu dan tenaganya terkuras. Gerakan ini dilakukan siang malam selama satu minggu.
Dalam seleksi tingkat awal terhadap hampir 6.000 orang peserta, yang lulus tinggal 40 persen saja. Cukup banyak peserta yang kelelahan dan kurang tidur.
Program memperkecil jumlah anggota dilakukan sangat hati-hati dan tegas. Karena Sintong menyadari bahwa pada kenyataannya tidak seorang pun yang bersedia pindah dari Kopassus.
Sebenarnya mereka yang tidak terpilih masih memiliki nilai standara bagi anggota Kopassus. Namun, karena jumlah anggita Kopassus hanya terbatas, seleksi bukan sekadar mencari mereka yang lulus, melainkan terbaik dari yang terbaik.
Dari hasil seleksi itu diperoleh 2.300 orang tamtama dan bintara yang mencapai nilai terbaik. Reorganisasi Kopassus menjadi satuan kecil yang bermutu tinggi dan profesional semacam ini sebenarnya telah dinanti sejak lama oleh Sintong.
"Menurut peta, ia berada di X; sedangkan kemungkinan keberadaan musuh di Y. Maka ia harus dapat mengambil keputusan yang tepat untuk bertidak," ucap Luhut.
Seleksi dilakukan di Sukabumi yang merupakan daerah latihan Detasemen-81/Antiteror dengan medan yang sangat berat. Setiap anggota diberi peta dan kompas sebagai alat bantu untuk mencari dan menemukan sasaran yang dituju.
Mereka yang tidak teliti membaca peta akan tersasar masuk jurang, sehingga banyak kehilangan waktu dan tenaganya terkuras. Gerakan ini dilakukan siang malam selama satu minggu.
Dalam seleksi tingkat awal terhadap hampir 6.000 orang peserta, yang lulus tinggal 40 persen saja. Cukup banyak peserta yang kelelahan dan kurang tidur.
Program memperkecil jumlah anggota dilakukan sangat hati-hati dan tegas. Karena Sintong menyadari bahwa pada kenyataannya tidak seorang pun yang bersedia pindah dari Kopassus.
Sebenarnya mereka yang tidak terpilih masih memiliki nilai standara bagi anggota Kopassus. Namun, karena jumlah anggita Kopassus hanya terbatas, seleksi bukan sekadar mencari mereka yang lulus, melainkan terbaik dari yang terbaik.
Dari hasil seleksi itu diperoleh 2.300 orang tamtama dan bintara yang mencapai nilai terbaik. Reorganisasi Kopassus menjadi satuan kecil yang bermutu tinggi dan profesional semacam ini sebenarnya telah dinanti sejak lama oleh Sintong.
Lihat Juga :