Kemenkes, Kemenko Marves, dan AstraZeneca Inisiasi Transformasi Sektor Kesehatan Menuju Nol Karbon
Kamis, 07 September 2023 - 21:31 WIB
Berbagai aktivitas tersebut merupakan konsekuensi dari ekspansi aktivitas manusia yang dapat mengakibatkan kerusakan keanekaragaman hayati dan mengakibatkan tingginya kejadian penyakit respirasi, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma.
"Di AstraZeneca, keberlanjutan adalah inti dari strategi global kami dan kami berinvestasi pada kesehatan planet dan masyarakat. Kami menyadari bahwa sekitar 5% emisi gas rumah kaca (GRK) global dihasilkan dari sektor kesehatan,” kata Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Se Whan Chon.
Dia mengungkapkan pihaknya telah menetapkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari operasi dan armada kami sebesar 98% pada 2026. “Sejak baseline tahun 2015, kami telah mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 59%,” tuturnya.
Dia mengatakan, keberlanjutan berarti memanfaatkan kekuatan ilmu pengetahuan, inovasi serta jangkauan global perusahaan untuk membangun masa depan yang sehat bagi manusia, masyarakat, dan planet bumi. Dia menambahkan, pihaknya berupaya menciptakan nilai, di luar manfaat obat-obatan dengan menanamkan keberlanjutan dalam segala hal yang dilakukan mulai dari laboratorium hingga pasien.
“Maka kami hari ini mengundang berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan di Indonesia untuk bersatu mendukung visi bersama menciptakan sektor kesehatan yang berkelanjutan," tuturnya.
Di tengah diskusi yang hangat, berbagai pemangku kepentingan dari sektor kesehatan mewakili fasilitas kesehatan, produsen obat lokal dan luar negeri telah menandatangani sebuah sustainability pledge focus terhadap membangun sektor kesehatan yang berkelanjutan untuk generasi masa depan.
"Di AstraZeneca, keberlanjutan adalah inti dari strategi global kami dan kami berinvestasi pada kesehatan planet dan masyarakat. Kami menyadari bahwa sekitar 5% emisi gas rumah kaca (GRK) global dihasilkan dari sektor kesehatan,” kata Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Se Whan Chon.
Dia mengungkapkan pihaknya telah menetapkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari operasi dan armada kami sebesar 98% pada 2026. “Sejak baseline tahun 2015, kami telah mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 59%,” tuturnya.
Dia mengatakan, keberlanjutan berarti memanfaatkan kekuatan ilmu pengetahuan, inovasi serta jangkauan global perusahaan untuk membangun masa depan yang sehat bagi manusia, masyarakat, dan planet bumi. Dia menambahkan, pihaknya berupaya menciptakan nilai, di luar manfaat obat-obatan dengan menanamkan keberlanjutan dalam segala hal yang dilakukan mulai dari laboratorium hingga pasien.
“Maka kami hari ini mengundang berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan di Indonesia untuk bersatu mendukung visi bersama menciptakan sektor kesehatan yang berkelanjutan," tuturnya.
Di tengah diskusi yang hangat, berbagai pemangku kepentingan dari sektor kesehatan mewakili fasilitas kesehatan, produsen obat lokal dan luar negeri telah menandatangani sebuah sustainability pledge focus terhadap membangun sektor kesehatan yang berkelanjutan untuk generasi masa depan.
Lihat Juga :