Jenderal TNI Pecah Bintang 3 Belum Genap Setahun, Nomor 4 Peraih Adhi Makayasa Akmil 1991

Rabu, 09 Agustus 2023 - 06:00 WIB
Penunjukkan Teguh Pudjo Rumekso sebagai Sesmenko Polhukam didasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 6Kep/558/VI/2022 tertanggal 27 Juni 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Melihat riwayatnya, Teguh Pudjo Rumekso adalah alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1991. Tak sekadar lulus, dia juga meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik.

Sebelumnya, sejumlah jabatan penting juga pernah ditempati jenderal bintang tiga ini. Sebut saja seperti Kasdam VI/Mulawarman (2017-2018), Danpussenif Kodiklatad (2018-2020), Danpuspenerbad (2020-2021), hingga Panglima Kodam VI/Mulawarman (2021-2022).

5. Letjen TNI Anton Nugroho



FOTO/DOK.PUSSENIF

Terakhir, jenderal TNI yang belum genap setahun pecah bintang adalah Letjen TNI Anton Nugroho. Lulusan Akmil 1988-B ini sedang menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri TNI Angkatan Darat (Danpussenif Kodiklatad).

Penunjukkan Anton Nugroho sebagai Danpussenif berdasarkan surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/48/I/2023 tertanggal 16 Januari 2023. Ia menggantikan Letnan Jenderal Arif Rahman yang ditunjuk menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad).

Keduanya telah serah terima jabatan Danpussenif di Mabes TNI AD, Jakarta pada Senin, 30 Januari 2023. Sertijab dipimpin langsung oleh KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Dengan promosi jabatan yang diterima, maka Anton Nugroho yang sebelumnya berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI atau bintang 2 saat menjabat Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Danseskoad), kini berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) atau bintang 3. Kenaikan pangkat Anton Nugroho tertuang dalam Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprint/282/II/2022 tanggal 20 Februari 2023.

Dalam riwayatnya, Anton Nugroho memulai karier militer Pama Pussenif (1988) setelah lulus dari Akmil. Selanjutnya ia cukup lama di Grup 2/Kopassus, antara lain sebagai Danunit, Dantim, Danden, serta Pasi. Anton ditarik menjadi Pama Denma Mabesad dalam rangka pendidikan S2 mengambil kuliah Diplomacy and Military Science di Norwich University (1996—1999).

Anton kembali mengambil pendidikan S-2 Management Defense Studies University of Canberra (1999-2002). Setelah lulus ia menjabat Pabandya Binpers Kopassus (2002-2004), dan Danyon 22 Grup 2/Kopassus (2004-2005).

Pangkat Letnan Kolonel didapat Anton setelah ditunjuk menjadi Dandim 0832/Surabaya Selatan (2005-2007), Pabandya 3/Dikpa & LN Spaban II/Bindik Spersad (2007-2010).

Dua tahun kemudian, Anton meraih pangkat Kolonel setelah ditunjuk menjadi Aspers Kasdam Iskandar Muda (2010-2012), Dirbindik Akmil (2012-2013), Danrem 163/Wirasatya (2013-2014), dan Paban II/Bindik Spersad (2015-2016).

Anton pecah bintang atau meraih pangkat Brigadir Jenderal ketika dipromosikan menjadi Staf Khusus KSAD (2016-2017). Selanjutnya ia dimutasi menjadi TA Pengkaji Madya Bidang Hankam Lemhannas (2017-2018), dan Diropsdik Depbid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas (2018).

Pangkat Mayor Jenderal diraih Anton Nugroho saat diangkat menjadi TA Pengkaji Madya Bidang Sismennas Lemhannas (2018-2020). Selanjutnya menjabat Danseskoad (2020-2023).

Baru pada Januari 2023, ia pecah bintang tiga atau meraih pangkat Letjen TNI setelah dipromosikan menjadi Danpussenif Kodiklatad (2023-Sekarang).
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!