Romo Magnis: Pancasila Tak Sekadar Dilafalkan tapi Harus Diperjuangkan

Senin, 31 Juli 2023 - 07:08 WIB
Selain Romo Magnis, Pendidikan Kader Kebangsaan yang digelar oleh Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA) juga menghadirkan pemateri lain yakni Presidium Dialog Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan PP ISKA MM Restu Hapsari; Dosen STF Driyarkara A Setyo Wibowo; dan Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi Moh Aan Anshori. Kegiatan perdana bertema Merdeka dalam Keberagaman ini dihadiri 50 peserta.

Ketua Presidium PP ISKA, Luky A Yusgiantoro menjelaskan, agenda tersebut dilaksanakan guna merawat dan menjaga nilai-nilai keberagaman agama dan kepercayaan, suku, ras, adat istiadat dan golongan.

"Kami berharap agar para peserta mampu berjejaring lintas agama dan kepercayaan tanpa membedakan suku, ras, adat istiadat dan golongan dari komunitas terdekat masing-masing peserta seperti sekolah, universitas, RT, RW, dan sekitarnya," katanya.

Dalam pandangannya, Restu Hapsari mengatakan, sebagai warga negara yang baik, semua pihak harus mematuhi UUD 1945 sebagai hukum tertinggi dalam berbangsa dan bernegara.

"Konstitusi bukan hanya dilihat dari sisi yuridisnya saja melainkan perlu dilihat dalam arti politis dan sosiologis sehingga dapat mencapai keadilan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat umum," katanya.

Adapun Moh Aan Anshori menyampaikan keberagaman adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia yang menjadi kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik lagi.

"Saya berberharap banyak generasi muda Katolik meyakini dirinya telah ditakdirkan untuk menjaga kebhinekaan Indonesia. Slogan 100 persen Katolik 100 persen Indonesia menegaskan tersebut. Itu berarti, mereka memiliki tugas untuk ikut serta memastikan generasi muda agama lain memiliki visi dan misi serupa," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!