Profil Ki Bagoes Hadikoesoemo, Ketua Umum Muhammadiyah yang Jadi Pahlawan Perintis Kemerdekaan Indonesia
Kamis, 01 Juni 2023 - 16:30 WIB
Salah satu anaknya adalah Djarnawi Hadikusumo, yang kemudian menjadi tokoh Muhammadiyah dan pernah menjadi orang nomor satu di Parmusi.
Setelah menikahi Siti Fatmah, Ki Bagoes kembali menikah dengan seorang wanita pengusaha dari Yogyakarta bernama Mursilah. Dari pernikahan ini dikaruniai tiga orang anak.
Ki Bagus kemudian menikah lagi dengan Siti Fatimah (juga seorang pengusaha) setelah istri keduanya meninggal. Dari istri ketiga ini ia memperoleh lima anak.
Berkat kerajinan dan ketekunannya dalam mempelajari kitab-kitab terkenal Ki Bagoes mulai dikenal sebagai orang alim, mubaligh dan pemimpin umat.
Baca juga: Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk Penyelenggara Negara
Ki Bagoes bahkan sempat terlibat dalam penyusunan UUD 1945 sebagai salah satu anggota PPKI. Dia memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan.
Selain itu, Ki Bagoes juga pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadiyah (1926), dan Ketua PP MuhamÂmadiyah (1942-1953).
Setelah menikahi Siti Fatmah, Ki Bagoes kembali menikah dengan seorang wanita pengusaha dari Yogyakarta bernama Mursilah. Dari pernikahan ini dikaruniai tiga orang anak.
Ki Bagus kemudian menikah lagi dengan Siti Fatimah (juga seorang pengusaha) setelah istri keduanya meninggal. Dari istri ketiga ini ia memperoleh lima anak.
Berkat kerajinan dan ketekunannya dalam mempelajari kitab-kitab terkenal Ki Bagoes mulai dikenal sebagai orang alim, mubaligh dan pemimpin umat.
Baca juga: Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk Penyelenggara Negara
Ki Bagoes bahkan sempat terlibat dalam penyusunan UUD 1945 sebagai salah satu anggota PPKI. Dia memberikan landasan ketuhanan, kemanusiaan, keberadaban, dan keadilan.
Selain itu, Ki Bagoes juga pernah menjadi Ketua Majelis Tabligh (1922), Ketua Majelis Tarjih, anggota Komisi MPM Hoofdbestuur Muhammadiyah (1926), dan Ketua PP MuhamÂmadiyah (1942-1953).
Lihat Juga :