Pancasila dan Ulama di Era Post Truth

Kamis, 01 Juni 2023 - 13:39 WIB
Foto/dok.pibadi
Purnama Dhedhy Styawan

Sekretaris Bidang Keuangan dan Perbankan DPP PKB



KEMAJUAN teknologi , terutama internet dan media sosial, memungkinkan penyebaran informasi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi pada masa sebelumnya. Pada saat yang bersamaan muncul fenomena post truth yang sangat memudahkan penyebaran informasi yang salah dan tidak terverifikasi dengan cepat, sehingga masyarakat dengan mudah terpapar pada disinformasi.

Tetapi sebenarnya kemajuan teknologi tersebut juga memungkinkan munculnya respons terhadap fenomena post truth sendiri. Kemajuan teknologi yang tidak secara inheren mengarah pada penyebaran disinformasi atau kecenderungan terhadap fenomena post truth. Hanya penggunaan yang tidak bertanggung jawab atau manipulatif dari teknologi dapat memperkuat dan memperluas dampaknya di era post truth.

Istilah post truth pertama kali digunakan pada tahun 1992 oleh Steve Tesich di majalah The Nation,. Istilah tersebut dipakainya ketika merefleksikan kasus Perang Teluk dan kasus Iran yang terjadi di periode tersebut. Tesich menggarisbawahi bahwa “sebagai manusia yang bebas, memiliki kebebasan untuk menentukan ingin hidup di dunia post truth”. Pada 2016, istilah post truth dipopulerkan setelah referendum Brexit di Inggris, maupun pemilihan presiden di Amerika Serikat antara Donald Trump versus Hillary Clinton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!