Antara Telur dan Tembakau
Rabu, 31 Mei 2023 - 05:31 WIB
Usai Lebaran, harga ayam dan telur terus naik. Para pembeli dan juga pedagang di pasar pun sama-sama bingung, mengapa dua komoditas ini harganya terus naik. Telur di pasar tardisional saat ini dijual dengan kisaran Rp32.000-Rp35.000 per Kg. Ahmad Heri Firdaus Ekonom Indef mengatakan jika harga telur dan daging ayam terus naik, maka bisa menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan ini.
Di sisi lain, tembakau meski memiliki dampak buruk untuk kesehatan, faktanya masih menjadi sandaran hidup sekitar 689.000 petani tembakau. Belum lagi pekerja lainnya yang terlibat langsung dalam industri tembakau. Kementerian Perindustrian mencatat, total tenaga kerja yang diserap oleh sektor industri rokok sebanyak 5,98 juta orang, terdiri dari 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, serta sisanya 1,7 juta bekerja di sektor perkebunan.
Tembakau yang memang bukan tergolong makanan minuman bergizi mampu memberikan pemasukan kepada negara dalam jumlah yang tidak sedikit. Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp72,35 triliun hingga April 2023. Angka ini menurun 5,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).
Baca Juga: Pemanfaatan Tembakau Alternatif Dinilai Bisa Kurangi Prevalensi Perokok
Sepanjang 2022 DJBC melaporkan penerimaan cukai hasil tembakau alias rokok mencapai Rp218,62 triliun. Angka ini setara 104% dari target yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.98 Tahun 2022 sebesar Rp209,91 triliun. Pendapatan cukai rokok yang meningkat menggambarkan adanya pertumbuhan penjualan rokok. Padahal ruang gerak untuk memasarkan rokok juga makin dipersempit.
Di sisi lain, tembakau meski memiliki dampak buruk untuk kesehatan, faktanya masih menjadi sandaran hidup sekitar 689.000 petani tembakau. Belum lagi pekerja lainnya yang terlibat langsung dalam industri tembakau. Kementerian Perindustrian mencatat, total tenaga kerja yang diserap oleh sektor industri rokok sebanyak 5,98 juta orang, terdiri dari 4,28 juta pekerja di sektor manufaktur dan distribusi, serta sisanya 1,7 juta bekerja di sektor perkebunan.
Tembakau yang memang bukan tergolong makanan minuman bergizi mampu memberikan pemasukan kepada negara dalam jumlah yang tidak sedikit. Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp72,35 triliun hingga April 2023. Angka ini menurun 5,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).
Baca Juga: Pemanfaatan Tembakau Alternatif Dinilai Bisa Kurangi Prevalensi Perokok
Sepanjang 2022 DJBC melaporkan penerimaan cukai hasil tembakau alias rokok mencapai Rp218,62 triliun. Angka ini setara 104% dari target yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.98 Tahun 2022 sebesar Rp209,91 triliun. Pendapatan cukai rokok yang meningkat menggambarkan adanya pertumbuhan penjualan rokok. Padahal ruang gerak untuk memasarkan rokok juga makin dipersempit.
Lihat Juga :