Mengenal Detasemen Rudal-003, Satuan Artileri Pertahanan Udara TNI AD
Selasa, 30 Mei 2023 - 05:56 WIB
Sejarah Pembentukan Detasemen Rudal-003
Detasemen Rudal-003 dibentuk berdasarkan dua Surat Perintah KSAD masing-masing bernomor Sprin/607/IV/1988 tertanggal 21 April 1988 dan Sprin/444/II/1989 tanggal 1 Maret 1989. Detasemen Rudal-003 lalu diresmikan pada 2 Maret 1989 oleh KDAD Jenderal TNI Edi Sudrajat.Personel Detasemen Rudal-003 merupakan prajurit TNI AD dari sejumlah satuan, antara lain Pusdik Arhanud Karangploso, Malang, Batalyon Arhanudse 6 dan 10/1/F Dam Jaya serta beberapa satuan lain.
Alutsista Detasemen Rudal-003
Foto/IndomiliterRudal Grom Denarhanud Rudal 003/
Seperti satuan artileri pertahanan udara lain, Detasemen Rudal-003 pada awalnya mengoperasikan rudal Rapier produksi Inggris. Namun lantaran masa pakai yang sudah terlalu lama serta embargo dari Inggris yang sempat diberikan untuk Indonesia, pada tanggal 16 Juni 2007 Alutsista Rudal Rapier ditarik ke Gupusjat Cakung – Jaktim dan Gupusmu Bojong Rangkong – Bekasi.
Sebagai ganti, Detasemen Rudal-003 menggunakan Meriam 23 mm/Zur Komposit dengan Rudal Grom dan Mobile Missile Launcher (MML) Poprad. Ini ditetapkan resmi melalui Perkasad Nomor 29/VIII/2007 tanggal 15 Agustus 2007 tentang Orgas Denarhanud 23 mm/Zur Komposit dengan Rudal Grom.
Rudal buatan Polandia pada 2007 ini memiliki mempunyai jarak tembak 5500 meter. Selain itu Detasemen Rudal-003 juga memiliki Meriam 23 mm/Zur Komposit Rudal Grom yang memiliki jarak tembak sejauh 2500 meter serta radar MMSR (Mobile Multibeam Search Radar) yang mampu mendeteksi sasaran udara pada radius jarak 40 kilometer.
Lihat Juga :