Solidaritas Penting, tapi Tidak Boleh Paksakan Kehendak

Kamis, 23 Juli 2020 - 17:50 WIB
“Yang bisa kita lakukan adalah jika ada orang Indonesia yang sedang merantau dan sebagainya di negara tersebut maka itu baru bisa kita tangani dengan memberi nasihat dan sebagainya karena kita memiliki hubungan diplomatik dengan negara bersangkutan. Jika tidak ada kerja sama luar negeri ya apa yang bisa dilakukan?” kata Ketum PB Al Washliyah Yusnar Yusuf Rangkuti di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Menurut dia, persaudaraan sesama muslim tentu saja harus dibangun, tapi juga tidak bisa memaksakan. Dia mencontohkan dengan ibada haji yang telah ditunda oleh Pemerintah Arab Saudi tahun ini karena pandemi virus Corona atau Covid-19.

Menurut dia, hal tersebut harus didukung demi menjaga kesehatan sesama umat untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Kenapa perlu kita dukung? Karena jika kita memaksakan dikhawatirkan itu bisa jadi penyebaran di sana. Malu lah kita kalau sampai jadi klaster penyebaran Covid-19 ini ke seluruh dunia, Padahal seharusnya kita saling menjaga antarsesama umat,” ujar tokoh agama Islam dari Sumatera Utara itu.

Mengenai konflik umat di dunia seperti Palestina, Rohingya dan Uyghur, Yusnar menjelaskan bahwa dirinya pernah diundang oleh Pemerintah China untuk berkunjung ke Xinjiang bersama para tokoh agama lainnya dan delegasi dari Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!