Tangkal Ideologi Khilafah di Banten
Sabtu, 13 Mei 2023 - 17:08 WIB
Sayangnya, gagasan visioner pendahulu Banten tidak diwarisi secara utuh oleh generasi sekarang. Bukan saripati gagasan yang kita warisi, melainkan hanya mewarisi buih (zabad, dalam bahasa Arab) dari saripati yang mengering. Dikatakan demikian, sebab pada dasarnya haluan orang Islam Banten adalah Ahlussunah wal jama'ah, tetapi ada banyak di antar mereka yang menjadi simpatisan HTI dan KM.
Berkilas dari peristiwa persidangan gugatan HTI di PTUN Jakarta Timur pada bulan Mei 2018, tampak sebuah ironi sekumpulan massa pendukung HTI yang membaca tahlil, dzikir, istighosah selayaknya kelompok santri. Usut-punya usut kelompok pendukung HTI yang melakukan istighosah di depan gedung PTUN Jakarta Timur adalah massa dan santri dari Banten. Hal ini tentunya sangat aneh karena ideologi khilafah beririsan dengan amalan masyarakat ahlussunah Wal jama'ah.
Keberadaan simpatisan HTI dan KM dari kalangan santri Banten dilatarbelakangi banyak faktor. Diantaranya, minimnya literasi mereka tentang siyasah syar'iyyah (politik Islam). Ketika mereka membaca teks yang membahas Umamah, Khalifah dan lain-lain dalam kitab-kitab fiqh di pesantren maka mereka memahaminya sama dengan imamah atau khilafah HTI dan KM. Mereka sangat tekstual dan kurang literasi tentang siyasah syar'iyyah. Wawasan mereka kurang terbuka karena pesantren-pesantren di Banten jarang yang mengadakan diskusi semacam bahsul Masail yang dibiasakan santri-santri lain di pulau Jawa.
Masalah lainnya adalah belum terbentuknya kultur berpikir kritis dan masih terkungkung dalam alam pikir mistik. Masalah sosial ekonomi yang menghimpit mereka, seperti pembangunan yang tidak merata, kesulitan ekonomi dan lapangan kerja, bagi mereka adalah disebabkan faktor mitos-teologis karena tidak menerapkan hukum Allah. Mereka berpikir karena pemerintah tidak menerapkan hukum Allah maka masyarakat Banten hidupnya terpuruk. Mereka belum berpikir bahwa keterpurukan ekonomi dan pembangunan adalah akibat sistem dan kultur yang dipertahankan mereka sendiri.
Khilafah pada dasarnya tidak akan merubah nasib masyarakat Banten. Khilafah adalah mimpi dan obsesi di bawah alam sadar yang terus dijejalkan kepada generasi muda masyarakat Banten. Mereka harus kita sadarkan dengan cara menolak segala haluan yang mengusung ideologi Khalifah di tanah jawara Banten.
Berkilas dari peristiwa persidangan gugatan HTI di PTUN Jakarta Timur pada bulan Mei 2018, tampak sebuah ironi sekumpulan massa pendukung HTI yang membaca tahlil, dzikir, istighosah selayaknya kelompok santri. Usut-punya usut kelompok pendukung HTI yang melakukan istighosah di depan gedung PTUN Jakarta Timur adalah massa dan santri dari Banten. Hal ini tentunya sangat aneh karena ideologi khilafah beririsan dengan amalan masyarakat ahlussunah Wal jama'ah.
Keberadaan simpatisan HTI dan KM dari kalangan santri Banten dilatarbelakangi banyak faktor. Diantaranya, minimnya literasi mereka tentang siyasah syar'iyyah (politik Islam). Ketika mereka membaca teks yang membahas Umamah, Khalifah dan lain-lain dalam kitab-kitab fiqh di pesantren maka mereka memahaminya sama dengan imamah atau khilafah HTI dan KM. Mereka sangat tekstual dan kurang literasi tentang siyasah syar'iyyah. Wawasan mereka kurang terbuka karena pesantren-pesantren di Banten jarang yang mengadakan diskusi semacam bahsul Masail yang dibiasakan santri-santri lain di pulau Jawa.
Masalah lainnya adalah belum terbentuknya kultur berpikir kritis dan masih terkungkung dalam alam pikir mistik. Masalah sosial ekonomi yang menghimpit mereka, seperti pembangunan yang tidak merata, kesulitan ekonomi dan lapangan kerja, bagi mereka adalah disebabkan faktor mitos-teologis karena tidak menerapkan hukum Allah. Mereka berpikir karena pemerintah tidak menerapkan hukum Allah maka masyarakat Banten hidupnya terpuruk. Mereka belum berpikir bahwa keterpurukan ekonomi dan pembangunan adalah akibat sistem dan kultur yang dipertahankan mereka sendiri.
Khilafah pada dasarnya tidak akan merubah nasib masyarakat Banten. Khilafah adalah mimpi dan obsesi di bawah alam sadar yang terus dijejalkan kepada generasi muda masyarakat Banten. Mereka harus kita sadarkan dengan cara menolak segala haluan yang mengusung ideologi Khalifah di tanah jawara Banten.
Lihat Juga :