Membaca Buku Dunia dan Indonesia
Sabtu, 06 Mei 2023 - 03:29 WIB
Sayangnya dalam kajian Kegemaran Membaca yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional (2022) tidak mengungkap soal rencana membaca buku tahun 2023. Sekalipun demikian, jika dibandingkan dengan riset tahun sebelumnya ada kecenderungan jumlah buku yang dibaca orang Indonesia terus meningkat.
Buku Paling Banyak Dibaca: sejarah, misteri, dan biografi. Survei Leonhardt mengatakan, tiga genre bahan bacaan teratas di seluruh dunia pada 2022 adalah Sejarah (34%); Misteri (33%); Biografi/memoar (31%). Terdapat beberapa perbedaan kecil di wilayah tertentu. Misalnya, orang Kanada jauh lebih tidak tertarik pada sejarah. Sementara itu, pembaca Inggris menunjukkan minat yang kuat pada fantasi.
Buku-buku teratas yang suka dibaca orang Indonesia setikdak tercermin dari komposisi kategori koleksi perpustakaan umum. Hal ini karena kebijakan pengembangan koleksi perpustakan umumnya didasarkan pada tingkat ketermanfaatan atau keterbacaan koleksi oleh pemustaka. Berdasar kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional (2022), tertinggi subjek Sosial (18,2%); kedua Agama (13,3%); dan ketiga Geografi dan Sejarah (12,7%). Pilihan bacaan teratas ini nampaknya berbeda dibanding dengan negara-negara lain, namun sama untuk kategori sejarah.
Survei David Leonhardt mengatakan; 57% orang membaca buku cetak; 32% pembaca memilih eBook; dan 8% lainnya mendengarkan buku audio dan 3% memilih lainnya (buku komik, brail atau format lainnya). Orang Amerika kurang tertarik pada bahan bacaan cetak dan agak lebih tertarik pada semua jenis format lainnya. Yang mencolok adalah 29% pembaca Amerika yang menyukai Kindle mereka. Orang Kanada menunjukkan kecenderungan sebaliknya, dengan 67% lebih suka membaca dalam format tercetak, dan hanya 23% memilih eBook.
Hasil kajian di atas berbeda dengan Indonesia. Saat ini orang Indonesia lebih memlih bahan bacaan digital dibanding bahan bacaan tercetak. Hal ini terungkap dalam hasil riset Kegemaran Membaca (Perpusnas, 2022). Format bahan bacaan yang sering digunakan di Indonesia paling banyak digital (36,0%) yang terdiri dari e-book, artikel internet, e-koran, e-majalah; bahan bacaan tercetak sebesar 33.5% yang terdiri dari buku, koran, majalah dan sebagainya; dan sisanya (30,5%) dalam format audio visual berupa siaran TV, siaran radio, audiobook dan podcast.
Hal ini kemungkinan karena didukung oleh faktor tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 77,02% pada 2022 (APJII) dan jumlah pemilik smartphone mencapai 345,3 juta, lebih banyak dari total penduduk yang mencapai 271,35 juta jiwa (Kominfo, 2022).
Survei Leonhardt mengatakan 86% pembaca berpikir buku mereka memiliki panjang yang tepat; 11% berpikir bacaan mereka terlalu panjang sehingga sulit memokuskan perhatian; tetapi 3% dari pembaca yang berdedikasi mengatakan tidak bisa mendapatkan pemahaman yang cukup, jika buku mereka terlalu pendek. Tentu saja, tidak semua orang setuju. Seorang pembaca Italia berkata, "Saya suka membaca sangat panjang, sesuatu yang benar-benar bisa saya selami." Tetapi seorang pembaca Amerika membalas, "Buku lebih dari 600 halaman benar-benar memperlambat Anda. Tidak ada akhir yang terlihat."
Baca Juga
Buku Paling Banyak Dibaca: sejarah, misteri, dan biografi. Survei Leonhardt mengatakan, tiga genre bahan bacaan teratas di seluruh dunia pada 2022 adalah Sejarah (34%); Misteri (33%); Biografi/memoar (31%). Terdapat beberapa perbedaan kecil di wilayah tertentu. Misalnya, orang Kanada jauh lebih tidak tertarik pada sejarah. Sementara itu, pembaca Inggris menunjukkan minat yang kuat pada fantasi.
Buku-buku teratas yang suka dibaca orang Indonesia setikdak tercermin dari komposisi kategori koleksi perpustakaan umum. Hal ini karena kebijakan pengembangan koleksi perpustakan umumnya didasarkan pada tingkat ketermanfaatan atau keterbacaan koleksi oleh pemustaka. Berdasar kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional (2022), tertinggi subjek Sosial (18,2%); kedua Agama (13,3%); dan ketiga Geografi dan Sejarah (12,7%). Pilihan bacaan teratas ini nampaknya berbeda dibanding dengan negara-negara lain, namun sama untuk kategori sejarah.
Buku Tercetak Masih Disukai
Survei David Leonhardt mengatakan; 57% orang membaca buku cetak; 32% pembaca memilih eBook; dan 8% lainnya mendengarkan buku audio dan 3% memilih lainnya (buku komik, brail atau format lainnya). Orang Amerika kurang tertarik pada bahan bacaan cetak dan agak lebih tertarik pada semua jenis format lainnya. Yang mencolok adalah 29% pembaca Amerika yang menyukai Kindle mereka. Orang Kanada menunjukkan kecenderungan sebaliknya, dengan 67% lebih suka membaca dalam format tercetak, dan hanya 23% memilih eBook.
Hasil kajian di atas berbeda dengan Indonesia. Saat ini orang Indonesia lebih memlih bahan bacaan digital dibanding bahan bacaan tercetak. Hal ini terungkap dalam hasil riset Kegemaran Membaca (Perpusnas, 2022). Format bahan bacaan yang sering digunakan di Indonesia paling banyak digital (36,0%) yang terdiri dari e-book, artikel internet, e-koran, e-majalah; bahan bacaan tercetak sebesar 33.5% yang terdiri dari buku, koran, majalah dan sebagainya; dan sisanya (30,5%) dalam format audio visual berupa siaran TV, siaran radio, audiobook dan podcast.
Hal ini kemungkinan karena didukung oleh faktor tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 77,02% pada 2022 (APJII) dan jumlah pemilik smartphone mencapai 345,3 juta, lebih banyak dari total penduduk yang mencapai 271,35 juta jiwa (Kominfo, 2022).
Orang Suka Memajang Buku
Survei Leonhardt mengatakan 86% pembaca berpikir buku mereka memiliki panjang yang tepat; 11% berpikir bacaan mereka terlalu panjang sehingga sulit memokuskan perhatian; tetapi 3% dari pembaca yang berdedikasi mengatakan tidak bisa mendapatkan pemahaman yang cukup, jika buku mereka terlalu pendek. Tentu saja, tidak semua orang setuju. Seorang pembaca Italia berkata, "Saya suka membaca sangat panjang, sesuatu yang benar-benar bisa saya selami." Tetapi seorang pembaca Amerika membalas, "Buku lebih dari 600 halaman benar-benar memperlambat Anda. Tidak ada akhir yang terlihat."
tulis komentar anda