Profil Mohammad Syafaat Mintaredja Ketua Umum Pertama PPP
Selasa, 02 Mei 2023 - 04:31 WIB
Nah, Syafaat Mintaredja menjabat Ketua Umum Pertama PPP sejak 5 Januari 1973 hingga 1978. Selain jabatan ketua umum, PPP pada awal berdirinya juga mengenal presidium partai.
Presidium partai ini terdiri dari Idham Chalid sebagai presiden partai, dan wakil presidennya adalah Mohammad Syafaat Mintaredja, Thayeb Mohammad Gobel, Rusli Halil, serta Masykur.
Jabatan Ketua Umum PPP diserahkan kepada Naro setelah Mintaredja mendapat amanat sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Turki. Kemudian, Mintaredja terpilih menjadi Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP dalam Muktamar I PPP di Jakarta.
Mintaredja sebelum menjabat Ketua Umum PPP adalah Menteri Negara Penyelenggaraan Hubungan antara Pemerintah dengan MPR, DPR-GR, dan DPA periode 1968 hingga 1971 di era Presiden Soeharto.
Masih di era Orde Baru, Mintaredja dipercaya menjadi Menteri Sosial (Mensos) sejak 11 September 1971 hingga 28 Maret 1978 sebagaimana informasi dari laman resmi Kementerian Sosial.
Sedangkan jabatan terakhirnya di pemerintahan adalah sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Turki hingga 1983. Dikutip dari laman Muhammadiyah, dia pernah menjadi Pemimpin Umum Mertju Suar, harian nasional modernis yang berafiliasi ke Persyarikatan Muhammadiyah.
Presidium partai ini terdiri dari Idham Chalid sebagai presiden partai, dan wakil presidennya adalah Mohammad Syafaat Mintaredja, Thayeb Mohammad Gobel, Rusli Halil, serta Masykur.
Jabatan Ketua Umum PPP diserahkan kepada Naro setelah Mintaredja mendapat amanat sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Turki. Kemudian, Mintaredja terpilih menjadi Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP dalam Muktamar I PPP di Jakarta.
Mintaredja sebelum menjabat Ketua Umum PPP adalah Menteri Negara Penyelenggaraan Hubungan antara Pemerintah dengan MPR, DPR-GR, dan DPA periode 1968 hingga 1971 di era Presiden Soeharto.
Masih di era Orde Baru, Mintaredja dipercaya menjadi Menteri Sosial (Mensos) sejak 11 September 1971 hingga 28 Maret 1978 sebagaimana informasi dari laman resmi Kementerian Sosial.
Sedangkan jabatan terakhirnya di pemerintahan adalah sebagai Duta Besar Republik Indonesia di Turki hingga 1983. Dikutip dari laman Muhammadiyah, dia pernah menjadi Pemimpin Umum Mertju Suar, harian nasional modernis yang berafiliasi ke Persyarikatan Muhammadiyah.
Lihat Juga :