Muhammadiyah Sediakan Rumah Subsidi bagi Guru dan Pegawai Persyarikatan
Kamis, 13 April 2023 - 14:59 WIB
"Untuk itu saya berpesan kepada Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah seluruh Indonesia, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, supaya segera berkoordinasi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat. Bergerak secara masif, demi memberi kesempatan kepada seluruh guru sekolah Muhammadiyah yang belum memiliki rumah agar segera mendapatkan fasilitas kerja sama yang sudah ditandatangani bersama," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini.
Muhammadiyah juga akan mengupayakan subsidi baik dari yang sudah bekerja sama, maupun yang masih dikumpulkan berdasarkan potensi-potensi mitra di persyarikatan. Sebab, lebih dari setengah jumlah guru Muhammadiyah masih mendapatkan gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR), bahkan di DKI Jakarta, masih ada guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mendapatkan gaji Rp600.000.
"Nantinya Bapak dan Ibu dari lembaga di sini punya pekerjaan rumah untuk mencarikan sumber, bagaimana agar mereka bisa ringan cicilannya, entah itu dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, atau dari dana-dana yang lain," katanya.
Kemenko PMK sudah memiliki data sesuai nama dan alamat (by name by address) guru-guru dengan penghasilan rendah di seluruh Indonesia, agar dapat menjadi perhatian seluruh instansi dan lembaga yang hadir. Selain itu, Muhadjir juga menyarankan supaya lahan wakaf Muhammadiyah dikelola menjadi lebih produktif seperti digunakan sebagai tempat penyediaan rumah bagi guru-guru Muhammadiyah yang sampai saat ini belum memiliki.
Muhammadiyah juga akan mengupayakan subsidi baik dari yang sudah bekerja sama, maupun yang masih dikumpulkan berdasarkan potensi-potensi mitra di persyarikatan. Sebab, lebih dari setengah jumlah guru Muhammadiyah masih mendapatkan gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR), bahkan di DKI Jakarta, masih ada guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mendapatkan gaji Rp600.000.
"Nantinya Bapak dan Ibu dari lembaga di sini punya pekerjaan rumah untuk mencarikan sumber, bagaimana agar mereka bisa ringan cicilannya, entah itu dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, atau dari dana-dana yang lain," katanya.
Kemenko PMK sudah memiliki data sesuai nama dan alamat (by name by address) guru-guru dengan penghasilan rendah di seluruh Indonesia, agar dapat menjadi perhatian seluruh instansi dan lembaga yang hadir. Selain itu, Muhadjir juga menyarankan supaya lahan wakaf Muhammadiyah dikelola menjadi lebih produktif seperti digunakan sebagai tempat penyediaan rumah bagi guru-guru Muhammadiyah yang sampai saat ini belum memiliki.
(abd)
Lihat Juga :