Suami Istri Koruptor
Kamis, 30 Maret 2023 - 13:12 WIB
Mengapa orang lain menganggap kita sebagai negeri korup? Tentu mereka memiliki indikator dan ukuran sendiri. Hal yang paling kelihatan terlihat dari indeks korupsinya yang masih relatif kurang baik. Itu dikonfirmasi dengan makin seringnya berita penangkapan koruptor yang pelakunya para penyelenggara negara. Baik di level legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Dalam pemberantasan korupsi posisi Indonesia saat ini sedang sangat rentan dan rawan.
Terbaru adalah penahanan pasangan suami dan istri Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Ben Brahim S Bahat dan istrinya anggota DPR Fraksi Nasdem Ary Egahni Ben Bahat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya disangka melakukan tindak pidana korupsi dengan modus pemotongan gaji pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kapuas.
Selain itu, pasangan Ben Bahat dan Ary juga diduga menerima suap dari berbagai pihak terkait jabatan mereka. Sungguh kejahatan yang paripurna dilakukan oleh pasangan suami istri. Kita mau bicara bagaimana lagi menyikapi korupsi yang sudah seperti ini?
Sebelumnya Kejaksaan Agung dan KPK pernah mengungkap kasus korupsi yang melibatkan bapak dan anak, yakni mantan gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang terlibat kasus pembelian gas bumi yang ditangani Kejaksaaan Agung pada 2021. Di samping itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, putra sulung Alex Noerdin yang juga terlibat kasus korupsi pada 2022 lalu. Keduanya kini sedang menjalani hukuman.
Kasus korupsi yang pelakunya memiliki hubungan keluarga yang menjadi pejabat atau kepala daerah juga pernah terjadi di wilayah lain. Fakta-fakta ini yang membuat nalar kita menjadi sulit menerima. Mengapa bangsa ini begitu mudah melakukan korupsi? Lantas darimana budaya korup itu tumbuh dan berasal? Apakah dalam diri setiap manusia terdapat sifat serakah? Bukankah Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk yang paling sempurna?
Terbaru adalah penahanan pasangan suami dan istri Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Ben Brahim S Bahat dan istrinya anggota DPR Fraksi Nasdem Ary Egahni Ben Bahat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya disangka melakukan tindak pidana korupsi dengan modus pemotongan gaji pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kapuas.
Selain itu, pasangan Ben Bahat dan Ary juga diduga menerima suap dari berbagai pihak terkait jabatan mereka. Sungguh kejahatan yang paripurna dilakukan oleh pasangan suami istri. Kita mau bicara bagaimana lagi menyikapi korupsi yang sudah seperti ini?
Sebelumnya Kejaksaan Agung dan KPK pernah mengungkap kasus korupsi yang melibatkan bapak dan anak, yakni mantan gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang terlibat kasus pembelian gas bumi yang ditangani Kejaksaaan Agung pada 2021. Di samping itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, putra sulung Alex Noerdin yang juga terlibat kasus korupsi pada 2022 lalu. Keduanya kini sedang menjalani hukuman.
Kasus korupsi yang pelakunya memiliki hubungan keluarga yang menjadi pejabat atau kepala daerah juga pernah terjadi di wilayah lain. Fakta-fakta ini yang membuat nalar kita menjadi sulit menerima. Mengapa bangsa ini begitu mudah melakukan korupsi? Lantas darimana budaya korup itu tumbuh dan berasal? Apakah dalam diri setiap manusia terdapat sifat serakah? Bukankah Tuhan menciptakan manusia sebagai mahkluk yang paling sempurna?
Lihat Juga :