Profil Partai Buruh: Ideologi, Asas hingga Sejarahnya
Selasa, 07 Maret 2023 - 11:35 WIB
Baca juga : Partai Buruh Bangkit Kembali, Dideklarasikan 5 Oktober 2021
Selama menjadi partai politik, Partai Buruh telah menggunakan nama yang berbeda yaitu : Partai Buruh Nasional (1998), Partai Buruh Sosial Demokrat (2005) dan Partai Buruh (2009).
Pendirian kembali dilakukan pada tahun 2021 di Jakarta, yang sekaligus menetapkan Said Iqbal sebagai Ketua Umum (Ketum) atau Presiden partai periode 2021-2026.
Sebelum dilantik menjadi seorang Presiden partai, Said Iqbal dikenal dengan aktivis buruh sejak tahun 1992 silam. Kala itu dirinya menjadi pemimpin organisasi buruh sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.
Sepanjang sejarahnya di organisasi buruh, sejumlah jabatan pernah diembannya seperti PC SP LEM SPSI, PC FSPMI, Sekretaris DPP FSPMI, Central Committee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), Presiden DPP FSPMI, Presiden KSPI, Pengurus Pusat ILO badan PBB.
Selain itu dirinya juga pernah meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elizabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV.
Jabatan terakhir yang diembannya dalam organisasi buruh adalah sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) selama 3 periode, sejak 2012 silam hingga terpilih kembali pada 2017 dan ditetapkan secara aklamasi (pengukuhan) 2021.
Dalam kepengurusannya Partai Buruh yang baru, Said Iqbal telah didampingi oleh beberapa pengurus seperti Agus Supriyadi di posisi Wakil Ketum (Waketum), Ferri Nuzarli sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), dan Agus Ruli Ardiansyah sebagai Ketua Majelis Nasional.
Selain itu, melansir dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwa Partai Buruh memiliki 81 Pengurus dengan keterwakilan perempuan sebesar 32,10 persen atau 26 jumlah pengurus perempuan.
Asas Partai
Negara Sejahtera atau Welfare StateSejarah Partai Buruh
Partai Buruh merupakan sebuah partai politik di Indonesia yang didirikan pada tanggal 28 Agustus 1998. Sejak berdirinya partai ini telah mengikuti pelaksanaan pemilu pada tahun 1999, 2004 dan tahun 2009.Selama menjadi partai politik, Partai Buruh telah menggunakan nama yang berbeda yaitu : Partai Buruh Nasional (1998), Partai Buruh Sosial Demokrat (2005) dan Partai Buruh (2009).
Pendirian kembali dilakukan pada tahun 2021 di Jakarta, yang sekaligus menetapkan Said Iqbal sebagai Ketua Umum (Ketum) atau Presiden partai periode 2021-2026.
Sebelum dilantik menjadi seorang Presiden partai, Said Iqbal dikenal dengan aktivis buruh sejak tahun 1992 silam. Kala itu dirinya menjadi pemimpin organisasi buruh sebuah perusahaan elektronik di Bekasi.
Sepanjang sejarahnya di organisasi buruh, sejumlah jabatan pernah diembannya seperti PC SP LEM SPSI, PC FSPMI, Sekretaris DPP FSPMI, Central Committee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), Presiden DPP FSPMI, Presiden KSPI, Pengurus Pusat ILO badan PBB.
Selain itu dirinya juga pernah meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elizabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV.
Jabatan terakhir yang diembannya dalam organisasi buruh adalah sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) selama 3 periode, sejak 2012 silam hingga terpilih kembali pada 2017 dan ditetapkan secara aklamasi (pengukuhan) 2021.
Dalam kepengurusannya Partai Buruh yang baru, Said Iqbal telah didampingi oleh beberapa pengurus seperti Agus Supriyadi di posisi Wakil Ketum (Waketum), Ferri Nuzarli sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen), dan Agus Ruli Ardiansyah sebagai Ketua Majelis Nasional.
Selain itu, melansir dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahwa Partai Buruh memiliki 81 Pengurus dengan keterwakilan perempuan sebesar 32,10 persen atau 26 jumlah pengurus perempuan.
(bim)
Lihat Juga :