Menristek Resmikan Operasional Alat Uji COVID-19, Cobas 6800 Systems

Jum'at, 17 Juli 2020 - 10:33 WIB
Pada kesempatan yang sama, Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio menambahkan bahwa sistem tersebut mampu meminimalisir kesalahan pre-analitik selama proses pemeriksaan Covid-19 serta mengurangi jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, jika dibandingkan dengan proses pemeriksaan PCR Covid-19 secara manual.

"Fully automatic artinya terkendali kualitasnya terjamin dan lebih cepat. Per hari ini Eijkman sudah melayani 274 fasilitas layanan kesehatan dari seluruh Indonesia, setiap hari kami menerima 700 sampai 800 sampel," kata Kepala LBM Eijkman.(Baca juga: Uji Klinis Terapi Covid-19 Dapat Lampu Hijau Menkes )

Mesin deteksi COVID-19 Cobas 6800 Systems adalah sistem otomatisasi yang khusus didesain untuk pengerjaan aplikasi yang highthrouput, seperti perhitungan viral load, skrining darah, dan uji mikrobiologi lainnya. Sistem otomasisasi meliputi sistem tertutup untuk Ekstraksi RNA dan Amplifikasi PCR sampel klinis. Mesin yang dibuat oleh perusahaan kesehatan asal Swiss, F. Hoffman La Roche Ltd, ini merupakan mesin kedua yang ada di Indonesia. Pengadaan mesin tersebut merupakan donasi dari PT Tempo Scan Pacific Tbk melalui BNPB untuk membantu pengadaan Alat Pendeteksi COVID-19 dan selanjutnya disalurkan kepada LBM Eijkman untuk penguatan laboratorium.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!