Menristek Resmikan Operasional Alat Uji COVID-19, Cobas 6800 Systems
Jum'at, 17 Juli 2020 - 10:33 WIB
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro meresmikan pengoperasian mesin deteksi COVID-19, Cobas 6800 Systems. FOTO/SINDOnews/NENENG ZUBAIDAH
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro meresmikan pengoperasian mesin deteksi COVID-19 , Cobas 6800 Systems. Mesin yang dioperasikan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ini mampu meningkatkan pemeriksaan sampel untuk mengidentifikasi virus corona.
"Kami berbangga LBM Eijkman melakukan terobosan yaitu pada hari ini, menggunakan mesin yang nantinya bisa meningkatkan kapasitas pengujian menjadi 1.000 sampel per hari. Dengan metode mesin RT PCR biasa sebelumnya mampu 400 sampel," kata Menteri Bambang saat peresmian pengoperasian mesin deteksi COVID-19, Cobas 6800 Systems di Gedung LBM Eijkman.
Menteri Bambang menjelaskan, dengan peningkatan kapasitas pengujian, maka akan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan dapat dilakukan pengujian tes COVID-19 sebanyak 30.000 spesimen per hari.(Baca juga: Dosen UGM Kembangkan Alat Radiologi Digital Untuk Deteksi COVID-19 )
"Ada peningkatan dua setengah kali lipat sampel dalam sehari, dan tentunya akan sangat membantu target Bapak Presiden yang saat ini sampai 30.000 per hari. Kemudian kita juga harus mengejar target WHO. Dan ini lah saya yakin upaya pemerintah yang tidak kenal lelah memenuhi target-target dalam penanganan COVID-19," kata Menteri Bambang.
"Kami berbangga LBM Eijkman melakukan terobosan yaitu pada hari ini, menggunakan mesin yang nantinya bisa meningkatkan kapasitas pengujian menjadi 1.000 sampel per hari. Dengan metode mesin RT PCR biasa sebelumnya mampu 400 sampel," kata Menteri Bambang saat peresmian pengoperasian mesin deteksi COVID-19, Cobas 6800 Systems di Gedung LBM Eijkman.
Menteri Bambang menjelaskan, dengan peningkatan kapasitas pengujian, maka akan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan dapat dilakukan pengujian tes COVID-19 sebanyak 30.000 spesimen per hari.(Baca juga: Dosen UGM Kembangkan Alat Radiologi Digital Untuk Deteksi COVID-19 )
"Ada peningkatan dua setengah kali lipat sampel dalam sehari, dan tentunya akan sangat membantu target Bapak Presiden yang saat ini sampai 30.000 per hari. Kemudian kita juga harus mengejar target WHO. Dan ini lah saya yakin upaya pemerintah yang tidak kenal lelah memenuhi target-target dalam penanganan COVID-19," kata Menteri Bambang.
Lihat Juga :