Langkah Erick Thohir Gandeng KPK Kawal Dana PEN Dinilai Tepat
Kamis, 16 Juli 2020 - 21:10 WIB
angkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sudah tepat. Foto/SINDOphoto
JAKARTA - Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawal dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai sudah tepat.
Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam menilai langkah Erick Thohir menggandeng KPK dalam mengawal dana program PEN diperlukan dalam konteks pencegahan pelanggaran dan menjaga anggaran agar realisasinya tepat sasaran. Namun perlu diwujudkan secara sistemik dalam sebuah sistem. (Baca juga: Disambangi Erick Thohir lewat Pintu Belakang, Ini Penjelasan KPK)
“Sistem pengawasan dengan melibatkan KPK saya kira perlu, itu bagus dalam konteks pencegahan, hanya saja, saya kira dorongan itu harus bisa diwujudkan secara sistemik,” ujar Roy kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).
Menurut dia, dana PEN itu penting untuk disalurkan kepada BUMN-BUMN yang bersentuhan langsung dengan upaya memperkuat pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional. “Ekonomi produktif itu penting, juga diarahkan melihat BUMN-BUMN yang sehat secara keuangan jangan sampai diarahkan kepada BUMN yang sebenarnya tidak sehat,” katanya.
Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC), Roy Salam menilai langkah Erick Thohir menggandeng KPK dalam mengawal dana program PEN diperlukan dalam konteks pencegahan pelanggaran dan menjaga anggaran agar realisasinya tepat sasaran. Namun perlu diwujudkan secara sistemik dalam sebuah sistem. (Baca juga: Disambangi Erick Thohir lewat Pintu Belakang, Ini Penjelasan KPK)
“Sistem pengawasan dengan melibatkan KPK saya kira perlu, itu bagus dalam konteks pencegahan, hanya saja, saya kira dorongan itu harus bisa diwujudkan secara sistemik,” ujar Roy kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).
Menurut dia, dana PEN itu penting untuk disalurkan kepada BUMN-BUMN yang bersentuhan langsung dengan upaya memperkuat pemulihan dan ketahanan ekonomi nasional. “Ekonomi produktif itu penting, juga diarahkan melihat BUMN-BUMN yang sehat secara keuangan jangan sampai diarahkan kepada BUMN yang sebenarnya tidak sehat,” katanya.
Lihat Juga :