Kebudayaan yang Berpengaruh

Sabtu, 09 Mei 2015 - 10:19 WIB
Kebudayaan yang Berpengaruh
Kebudayaan yang Berpengaruh
A A A
DEWI CHUMAIROH
Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi,
ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah dan keberagaman budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kebudayaan bangsa Indonesia telah dikenal luas oleh masyarakat Internasional.

Bukan sekadar tarian dan busana etnis, melainkan juga mengenai tata adat ketimurannya yang khas, di antaranya sopan santun, tepa selira, dan musyawarah. Bahkan beberapa ratus tahun lalu, kebudayaan Indonesia sempat melingkupi beberapa wilayah Asia dan Eropa. Tak bisa dimungkiri bahwa wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit membuktikan Indonesia mampu berjaya di kancah internasional.

Hal yang sama juga dilakukan oleh founding father, Ir Soekarno, beliau berhasil mencitrakan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan memiliki martabat. Namun sayangnya, seperti Kerajaan Majapahit yang runtuh karena perang saudara, kejayaan Indonesia semakin lama semakin luntur dan tenggelam. Singa yang dulu ditakutinegara tetangga, nasibnyamalahberbalik.

Lantas, apa artinya nama sebuah bangsa di mata internasional? Tentu saja penting dan bukan untuk gengsi semata. Bayangkanjika Indonesia berperan aktif dan mampu memberikan kontribusinya pada kepentingan internasional, maka dunia akan melihat Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya. Dengan nilai-nilai luhur, bangsa Indonesia telah membuktikan pada dunia bahwa budaya sangat penting bagi identitasbangsa.

Diantaranya nilaitolong-menolongyang dicerminkan oleh bantuan pada Nepal yang pada awal Mei lalu tertimpa musibah gempa. Tahun ini juga, Indonesia mendapat kesempatan emas menjadi negara penyelenggara Konferensi Asia-Afrika (KAA). Pertemuan antara Negara- negara Asia dan Afrika membawa keuntungan tersendiri bagi Indonesia untuk memberikan kontribusinya melalui diskusi yang disertai hubungan dan kerja sama dengan negara lain.

Hal yang patut diapresiasi adalah sikap bangsa Indonesia, yang dengan ramah menerima tamutamu asing ini, seperti yang dicontohkan Presiden Jokowi. Kita tentunya masih ingat dengan revolusi mental dan Trisakti yang digagas Jokowi. Hal ini meliputi tiga hal yang mendasar, yakni integritas, komitmen, dan kapabilitas.

Gagasan yang brilian ini hendaknya benarbenar dianut oleh masyarakat Indonesia. Saatnya kita tunjukkan bahwa kita masih memegang nilai luhur nenek moyang bangsa Indonesia. Mari bersama tegakkan kebenaran dan saling tolong menolong demi tercapainya perdamaian dunia. Mari kita rebut kejayaan Kerajaan Majapahit yang dulu pernah gemilang di dunia internasional.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved