Indonesia Harus Tenang dan Pede Hadapi Reaksi Australia
Jum'at, 01 Mei 2015 - 06:53 WIB
Indonesia Harus Tenang dan Pede Hadapi Reaksi Australia
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia disarankan memahami penarikan Duta Besar (Dubes) Australia pasca dua warga negaranya dieksekusi mati yakni, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengatakan, begitu juga dengan Australia yang harus menghormati kedaulatan hukum di Indonesia terkait eksekusi mati.
"Indonesia memahami penarikan Dubes Australia sebagaimana Australia juga sudah semestinya menghormati kedaulatan hukum negara kita," kata Hanafi saat dihubungi Sindonews, Kamis 30 April 2015.
Hanafi menjelaskan, sejauh respons diplomatik dari Australia masih tetap dalam aturan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, maka sikap Pemerintah Indonesia tak perlu berlebihan menanggapi sikap tersebut.
"Maka sikap Pemerintah Indonesia cool and confident," tutup politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Sekadar informasi, delapan orang kasus narkoba dieksekusi mati, mereka Adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan asal Australia, Martin Anderson (Ghana), Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze dari Nigeria serta Zainal Abidin asal Indonesia serta Rodrigo Gularte (Brasil).
Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengatakan, begitu juga dengan Australia yang harus menghormati kedaulatan hukum di Indonesia terkait eksekusi mati.
"Indonesia memahami penarikan Dubes Australia sebagaimana Australia juga sudah semestinya menghormati kedaulatan hukum negara kita," kata Hanafi saat dihubungi Sindonews, Kamis 30 April 2015.
Hanafi menjelaskan, sejauh respons diplomatik dari Australia masih tetap dalam aturan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, maka sikap Pemerintah Indonesia tak perlu berlebihan menanggapi sikap tersebut.
"Maka sikap Pemerintah Indonesia cool and confident," tutup politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Sekadar informasi, delapan orang kasus narkoba dieksekusi mati, mereka Adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan asal Australia, Martin Anderson (Ghana), Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze dari Nigeria serta Zainal Abidin asal Indonesia serta Rodrigo Gularte (Brasil).
(maf)