Jalankan Eksekusi Mati, Jokowi Dinilai Khianati Rakyat

Kamis, 30 April 2015 - 08:07 WIB
Jalankan Eksekusi Mati,...
Jalankan Eksekusi Mati, Jokowi Dinilai Khianati Rakyat
A A A
JAKARTA - Langkah eksekusi mati tahap kedua terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba terus menuai kecaman dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dianggap telah berkhianat kepada rakyat.

"Pada sisi lain, dengan memerintahkan hukuman mati Jokowi jelas mengkhianati kontrak politiknya dengan rakyat yang termanifestasi dalam Nawacita," ujar Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar ketika dihubungi Sindonews, Kamis (30/4/2015).

Erwin menilai, hak untuk hidup dalam kerangka hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang paling mendasar. Yang tidak boleh dikurangi oleh siapapun dalam kondisi apa pun.

"Meski yang dikurangi hak hidup seorang bandar narkoba. Bagaimanapun bandar narkoba adalah manusia yang punya hak hidup," tandasnya.

"Jangan karena menkumham tidak bekerja dengan membiarkan bandar mengulangi perbuatannya membuat kita terburu-buru untuk mencabut hak untuk hidup seseorang. Saya setuju bandar narkoba harus dihukum berat, tapi tidak dengan mencabut nyawanya," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menjalankan eksekusi mati tahap kedua terhadap delapan terpidana mati kasus narkoba di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu 29 April 2015 dini hari.

Mereka yang dieksekusi adalah Rodrigo Gularte dari Brazil, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan asal Australia, Martin Anderson (Ghana), Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze dari Nigeria serta Zainal Abidin asal Indonesia.
(kri)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved