Jaksa Agung Pastikan Eksekusi Mati Digelar Lewat Tengah Malam
Selasa, 28 April 2015 - 22:39 WIB
Jaksa Agung Pastikan Eksekusi Mati Digelar Lewat Tengah Malam
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan proses pelaksanaan eksekusi mati sembilan terpidana mati akan dilangsungkan pada Rabu (29/4/2015) dini hari nanti.
"(Eksekusi mati) lewat tengah malam," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Prasetyo menjelaskan, seluruh persiapan eksekusi mati sudah siap antara lain tim regu tembak, ambulans, dan peti jenazah. "Saya minta dukungan doa dan semuanya supaya tugas tidak menyenangkan ini bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Prasetyo memastikan setelah proses eksekusi mati rampung dilaksanakan, pihaknya juga telah menyiapkan pemulangan jenazah berdasarkan permintaan masing-masing para terpidana.
Prasetyo mengatakan, nantinya jenazah dua terpidana mati asal Australia Andrew Chan dan Myran Sukumaran akan dipulangkan ke Australia melalui Duta Besar Australia di Indonesia.
Dia mengatakan, salah satu jenazah terpidana akan dipulangkan ke Brasil. "Satu diantaranya minta dipulangkan ke Brazil dan sebagian besar sudah beri notifikasi," katanya.
"(Eksekusi mati) lewat tengah malam," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Prasetyo menjelaskan, seluruh persiapan eksekusi mati sudah siap antara lain tim regu tembak, ambulans, dan peti jenazah. "Saya minta dukungan doa dan semuanya supaya tugas tidak menyenangkan ini bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Prasetyo memastikan setelah proses eksekusi mati rampung dilaksanakan, pihaknya juga telah menyiapkan pemulangan jenazah berdasarkan permintaan masing-masing para terpidana.
Prasetyo mengatakan, nantinya jenazah dua terpidana mati asal Australia Andrew Chan dan Myran Sukumaran akan dipulangkan ke Australia melalui Duta Besar Australia di Indonesia.
Dia mengatakan, salah satu jenazah terpidana akan dipulangkan ke Brasil. "Satu diantaranya minta dipulangkan ke Brazil dan sebagian besar sudah beri notifikasi," katanya.
(dam)