Jaksa Agung Akui Ada Lobi Terkait Eksekusi Mati
Senin, 27 April 2015 - 21:26 WIB
Jaksa Agung Akui Ada Lobi Terkait Eksekusi Mati
A
A
A
JAKARTA - Jaksa Agung HM Prasetyo buka-bukaan soal adanya upaya lobi Pemerintah Perancis terhadap Indonesia agar warga negaranya terlepas dari jerat hukuman mati.
Prasetyo mengatakan lobi suatu negara terhadap negara lainnya untuk menggagalkan eksekusi hukuman mati adalah hal biasa.
Namun demikian, Prasetyo memastikan lobi yang ditempuh Pemerintah Perancis tersebut tidak akan memengaruhi kedaulatan bangsa Indonesia.
"Sangat, sangat, sangat (ada lobi). Ya negara-negara yang warganya dipidana mati pasti akan sangat melakukan pendekatan ke Pemerintah. Tapi itu tidak akan mempengaruhi kedaulatan bangsa," tutur Prasetyo saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (27/4/2015).
Meski menyebutkan adanya lobi dari Perancis terhadap Pemerintah Indonesia, Prasetyo enggan membeberkan detail lobi yang dimaksud. (Baca: Eksekusi Sergei Ditunda, Komisi III Siap Teriaki Kejagung)
Prasetyo pun menampik jika lobi yang dilakukan Perancis merujuk padanya. "Oh enggak, enggak. Saya kan tidak boleh berhubungan dengan pihak-pihak tersebut tentunya," tutup Prasetyo.
Prasetyo mengatakan lobi suatu negara terhadap negara lainnya untuk menggagalkan eksekusi hukuman mati adalah hal biasa.
Namun demikian, Prasetyo memastikan lobi yang ditempuh Pemerintah Perancis tersebut tidak akan memengaruhi kedaulatan bangsa Indonesia.
"Sangat, sangat, sangat (ada lobi). Ya negara-negara yang warganya dipidana mati pasti akan sangat melakukan pendekatan ke Pemerintah. Tapi itu tidak akan mempengaruhi kedaulatan bangsa," tutur Prasetyo saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (27/4/2015).
Meski menyebutkan adanya lobi dari Perancis terhadap Pemerintah Indonesia, Prasetyo enggan membeberkan detail lobi yang dimaksud. (Baca: Eksekusi Sergei Ditunda, Komisi III Siap Teriaki Kejagung)
Prasetyo pun menampik jika lobi yang dilakukan Perancis merujuk padanya. "Oh enggak, enggak. Saya kan tidak boleh berhubungan dengan pihak-pihak tersebut tentunya," tutup Prasetyo.
(dam)