DPR Bantah Ada Transaksional di Balik Proyek Gedung Baru
Senin, 27 April 2015 - 07:20 WIB
DPR Bantah Ada Transaksional di Balik Proyek Gedung Baru
A
A
A
JAKARTA - Rencana pembangunan gedung baru DPR menuai kritikan. Bahkan dicurigai menjadi alat transaksional antara pemerintah dan DPR.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR, Achmad Dimyati Natakusumah membantah penilaian tersebut. "Enggak transaksional dong, kan saling mendukung antara DPR dan Presiden," kata Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Minggu 26 April 2015. (Baca: Gedung Baru Bisa Jadi Alat Transaksi DPR-Pemerintah)
Menurut Dimyati, antara legislatif dan eksekutif harus saling mendukung karena menyangkut kepentingan bersama. Dia menilai visi misi presiden harus didukung oleh parlemen yang modern untuk Indonesia yang sejahtera.
"Presiden harus menguatkan semua pihak, kepolisian, kejaksaan, KPK, parlemen, Presiden, pemerintah maka terjadi check and balances dan Indonesia cepat sejahtera. Bukan kolaborasi destruktif," tutur Dimyati.
Dimyati menambahkan, gedung DPR saat ini sudah tidak layak lagi dan sudah harus direnovasi."Renovasi juga termasuk, dalam anggaran sudah ada untuk renovasi. Jadi akan direnovasi untuk 2015," tandasnya.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR, Achmad Dimyati Natakusumah membantah penilaian tersebut. "Enggak transaksional dong, kan saling mendukung antara DPR dan Presiden," kata Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Minggu 26 April 2015. (Baca: Gedung Baru Bisa Jadi Alat Transaksi DPR-Pemerintah)
Menurut Dimyati, antara legislatif dan eksekutif harus saling mendukung karena menyangkut kepentingan bersama. Dia menilai visi misi presiden harus didukung oleh parlemen yang modern untuk Indonesia yang sejahtera.
"Presiden harus menguatkan semua pihak, kepolisian, kejaksaan, KPK, parlemen, Presiden, pemerintah maka terjadi check and balances dan Indonesia cepat sejahtera. Bukan kolaborasi destruktif," tutur Dimyati.
Dimyati menambahkan, gedung DPR saat ini sudah tidak layak lagi dan sudah harus direnovasi."Renovasi juga termasuk, dalam anggaran sudah ada untuk renovasi. Jadi akan direnovasi untuk 2015," tandasnya.
(dam)