Mengunci Peran dalam Isu Global

Sabtu, 25 April 2015 - 11:25 WIB
Mengunci Peran dalam...
Mengunci Peran dalam Isu Global
A A A
YEANO ANDHIKA
Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam,
Ketua Departemen Keilmuan BEM FEB Unair,
Universitas Airlangga

Dalam pidato pembukaan Konferensi Asia Afrika (KAA), Presiden Joko Widodo mengangkat isu yang berkaitan dengan ketidakadilan dan ketidakseimbangan global.

Substansi pidato yang diapresiasi banyak pihak tersebut sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru. Ketidakberdayaan PBB sebagai pilar utama pengelolaan global (global governance) dalam menyikapi berbagai konflik, sengketa, krisis dan ketegangan di berbagai belahan dunia telah jauh-jauh hari dikemukakan oleh banyak pihak.

Dorongan reformasi dalam tubuh PBB sebagaimana disebutkan Jokowi dalam pidatonya pun telah banyak diserukan. Namun selama ini wacana tersebut masih sebatas wacana dan tentu apa yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya diharapkan juga bukan sebatas wacana yang hanya menjadi pemanis dalam pertemuan besar tersebut.

Turut berperan serta secara signifikan dalam menciptakan keadilan dan keseimbangan global bisa menjadi sarana mengembalikan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang disegani dalam komunitas internasional. Bukan suatu hal yang mustahil jika menilik sejarah perjalanan Indonesia di pentas diplomasi internasional.

Dewasa ini peran Indonesia di kancah internasional seolah meredup jika dibandingkan beberapa dasawarsa silam. Tak mengherankan jika hal ini kemudian perlahan membuat komunitas internasional tidak lagi segan bahkan cenderung melecehkan, misalnya dalam kasus yang terjadi beberapa waktu lalu terkait dengan Duta Besar RI di Brasil.

Lantas apa sebenarnya yang salah dengan diplomasi internasional kita? Menurut hemat penulis, meredupnya peran Indonesia di kancah internasional tidak lepas dari abainya Indonesia untuk mengambil peran kunci dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dunia. Mengembalikan kewibawaan Indonesia di hadapan komunitas internasional bisa dilakukan apabila Indonesia mau terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjadi isu global.

Salah satunya adalah penyelesaian sengketa Palestina- Israel. Pembicaraan damai antardua negara yang selama ini diprakarsai Amerika Serikat seolah jalan di tempat. Pemerintahan Jokowi-JK yang menyatakan diri berkomitmen penuh mendukung kemerdekaan Palestina bisa mulai mengambil inisiasi, menawarkan solusi bagi kedua negara untuk hidup berdampingan secara damai dalam kerangka penghormatan terhadap hak masing-masing.

Salah satu hal ini apabila bisa dicapai kemudian diikuti dengan peran aktif menyelesaikan berbagai masalah global yang lain, penulis meyakini Indonesia akan kembali disegani di dunia internasional.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved