Empat F-16 Dilengkapi Drag Chute Segera Diterima

Jum'at, 24 April 2015 - 08:48 WIB
Empat F-16 Dilengkapi...
Empat F-16 Dilengkapi Drag Chute Segera Diterima
A A A
JAKARTA - Mabes TNI AU memastikan pesawat tempur F-16 hibah dari Amerika Serikat yang akan diterima Indonesia secara bertahap mulai Mei mendatang. Empat unit dilengkapi dengan drag chute atau parasut yang berada di belakang pesawat segera tiba.

”Pengiriman berikutnya itu sudah dilengkapi alat yang namanya drag chute ya. Jadi sudah ada perubahan spesifikasi. Kalau sebelumnya kan tidak ada drag chute, nanti sudah ada drag chute,” ujar Kadispenau Marsekal Pertama Dwi Badarmanto seusai pisah sambut di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, kemarin.

Menurut Dwi, pengiriman empat pesawat rencananya dilakukan pada Mei atau Juni dari total pemesanan 24 unit. Seluruh pesawat tersebut nantinya akan ditempatkan di Blok 25 Pekanbaru, Riau guna menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia. Terkait hasil investigasi, Dwi mengaku proses masih berjalan dan tim masih bekerja.

Apalagi, proses investigasi itu melibatkan banyak pihak seperti orangorang yang punya pengetahuan dan pemahaman serta lembaga- lembaga terkait untuk terlibat dalam investigasi. ”Ini kan baru dimulai investigasinya. Benar-benar baru dimulai, jadi tunggu sajalah. Hasil investigasi pasti di-publish. Ini baru proses,” ucapnya.

Pengamat militer M Muradi menilai, pengadaan drag chute merupakan kualifikasi standar pesawat tempur. Kalau tidak dilengkapi dengan alat tersebut maka ada yang bermasalah. ”Sebenarnya hibah bisa berhenti kalau ada kejadian luar biasa. Selesaikan saja program hibah selanjutnya beli baru kita punya uang banyak, itu kan membahayakan karena barang rekondisi,” katanya.

Apalagi, pesawat hibah tersebut sebelumnya sudah digunakan oleh negara pembuatnya selama 30 tahun, dengan kultur dan cuaca berbeda. ”Kalau beli hibah, murah awalnya tapi lebih banyak biaya maintenance. Apa pun kejadiannya, ini menjadi cermin program pengadaan hibah,” ucapnya.

Muradi menambahkan, pada 2017 program hibah telah berakhir dan tidak perlu diperpanjang lagi. Apalagi, pada tahun itu, anggaran militer menjadi 1,5% dari gross domestic product atau sekitar Rp160-170 juta/tahun.

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Selasa 16 Desember, Pukul 07.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved