Jangan Ada Lagi Perempuan Terjerat Korupsi

Selasa, 21 April 2015 - 18:47 WIB
Jangan Ada Lagi Perempuan...
Jangan Ada Lagi Perempuan Terjerat Korupsi
A A A
JAKARTA - Perbuatan korupsi tidak lagi didominasi oleh kaum pria. Tidak sedikit perempuan yang yang meringkuk di penjara akibat tersandung kasus korupsi.

Tidak hanya harus menjalani sebagian usianya di balik terali besi, karier yang dibangun selama bertahun-tahun pun hancur karena korupsi.

Sebut saja mantan anggota DPR Angelina Sondakh yang dipenjara karena terlibat korupsi proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Pendidikan Nasional.

Begitu juga Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten yang ditahan karena menyuap Akil Mochtar saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Adapula nama Siti Hartati Murdaya, pengusaha sukses yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran menyuap Bupati Buol, Sulawesi Tengah. Tidak hanya ketiga nama itu, adapula beberapa kaum hawa yang terjerat korupsi

Memperingati Hari Kartini, Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto mengungkapkan tidak ingin lagi ada perempuan yang terjerat kasus korupsi.

Dia mengaku pernah melakukan kajian mengenai kaitan antara perempuan dan korupsi. Kajian itu dilakukan saat dirinya masih aktif menjadi komisioner KPK.

Pertama, kajian mengetahui korupsi yang menyangkut hajat hidup orang banyak di sejumlah sektor pangan seperti beras, minyak, gula.

"KPK sekarang sudah mau masuk di situ. Apabila jadi persoalan besar, minyak itu yang paling banyak tahu siapa? Perempuan," tuturnya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Kajian kedua, kata Bambang, saat ini ada tren perempuan terlibat di sektor nondomestik maka perempuan juga berpotensi melakukan penyalahgunaan wewenang."Ini perlu kita waspadai," kata Bambang.

Kajian terakhir ialah banyaknya kejahatan di dunia internasional yang mengepung Indonesia. Sebagian korban dari kejahatan adalah kaum perempuan.

"Kalau perempuan ikut bergabung dalam bidang nondomestik, bisa jadi bagian penting mencegah kejahatan," ujarnya.

Berdasarkan kajian-kajian itu, Bambang berharap ke depan tak ada lagi perempuan yang terjerat perkara korupsi. "Jangan ada lagi perempuan koruptor. Harus disosialisasikan, kita sama-sama menjaga," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved