Romansa Politik Oportunis

Senin, 20 April 2015 - 09:12 WIB
Romansa Politik Oportunis
Romansa Politik Oportunis
A A A
Bi dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ada dua kata utama, yaitu hardware dan software. Berbicara kecanggihan software ataupun aplikasi, seolah mengingatkan kita pada adagium klasik mengenai ”harga menentukan kualitas”.

Namun rupanya kini tidak lagi seperti itu. Sejalan dengan substansi demokrasi elektoral, ”kualitas ditentukan oleh popularitas”. Paling tidak ini merepresentasikan dua hal penting, pertama pada adagium klasik kualitas masih dihargai dengan menjaminnya melalui stratum harga, kedua di era demokratisasi apa yang disebut harga menjadi apriori dan tersisihkan oleh popularitas.

Ilustrasi tersebut menggambarkan dalam pergolakan politik Indonesia saat ini, hardware diumpamakan seperti negara itu sendiri dan berbagai macam partai politik diumpamakan sebagai software. Janji-janji politik saat kampanye adalah bentuk branding untuk sekadar menawarkan kepada rakyat untuk memilih ”software ” di tampuk pemerintahan.

Tapi kecewa menjadi hal yang lumrah ketika pembeli mendapati bahwa harapan tidak sesuai dengan retorika iklan yang tertera di kotak kemasan. Begitulah trik pedagang culas guna mendapatkan untung besar. Inilah politik oportunis, sebuah ungkapan untuk memaknai kepentingan politik yang bukan lagi berdasarkan pengabdian, tetapi sebagai sebuah kepentingan untuk mencari duniawi.

Negara menjadi sapi perah, hukum yang dijalankan tumpul ke atas, proses politik tidak berlaku kalau sudah menyangkut nenek renta, proses politik hanya sibuk pada urusan ”cicak buaya” yang kalau dipikir-pikir bukan mencari keadilan, tetapi pembenaran.

User yang cerdas harus cermat dalam memilih software yang berkualitas, bukan hanya berpatokan pada rating, tetapi pilih yang memang betul-betul menjawab kebutuhan fungsi komputasi. Harus diakui, tulisan ”barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan” kadang menjengkelkan kalaulah ternyata konten barang tidak sesuai ekspektasi.

Dan apa boleh buat jika telanjur membeli, yang penting software tersebut masih bisa menerima aplikasi- aplikasi lain dan berharap tidak mudah terkena virus yang justru merusak sistem.

Tauchid Komara Yuda
Mahasiswa Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved