KPU Pertanyakan Pernyataan Akbar Faizal

Rabu, 08 April 2015 - 10:53 WIB
KPU Pertanyakan Pernyataan...
KPU Pertanyakan Pernyataan Akbar Faizal
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menanggapi pernyataan politisi NasDem Akbar Faizal, yang menyebut sistem informasi dan teknologi milik KPU mudah diserang oleh pihak luar, khususnya pada saat Pemilu 2014 berlangsung.

Anggota KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, tuduhanitu tidak berdasar dan harus dibuktikan kebenarannya. Pasalnya, selama proses penghitungan dan rekapitulasi baik pemilu legislatif (pileg) maupun pemilu presiden (pilpres), pihaknya tidak menggunakan sistem jaringan.

”Kami tidak online, semuanya manual mulai tingkat TPS (tempat pemungutan suara) hingga pusat. Bahwa hasilnya kemudian kami umumkan secara online itu memang iya,” ujar Hadar saat ditemui di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, kemarin. Dengan cara manual semacam itu, Hadar pun mempertanyakan dari mana cara seseorang dapat mencuri data milik KPU melalui jaringan IT.

Karena dengan cara manual maka menutup kemungkinan pihak lain melakukan peretasan terhadap situs milik KPU. ”Kalaupun memang mau meretas juga untuk apa? Toh, data-datayangkamimiliki ini kan terbuka, siapa saja bisa mengunduhnya,” tanya Hadar.

Seperti diketahui, sebelumnya politikus NasDem Akbar Faizal sempat menyebut adanya usaha Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan memanipulasi data KPU dengan menggunakan mobil yang ditempatkan di depan gedung KPU, namun mampu menyedot data yang ada di dalam gedung.

Ucapan anggota DPR Komisi III itu sendiri termuat dalam pesan layanan WhatsApp yang dikirimkannya ke Deputi Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, dan belakangan bocor ke publik. Sejumlah pihak mendesak agar pernyataan Akbar Faizal ditindaklanjuti kebenarannya. Hal itu untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu 2014 bebas dari kecurangan dan manipulasi data.

”Ada hal yang sangat serius dan memerlukan penggalianlebihmendalamdari pengakuan Akbar Faizal tersebut. Sebab kalau disebutkan Luhut terkait dengan adanya teknologi yang cukup memarkirkan mobil di depan kantor KPU lalu seluruh data-data KPU bisa tersedot oleh teknologi itu, maka patut dicurigai ada kegiatan pencurian data pemilu di situ,” ujar Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin.

Said pun meminta kepada Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan untuk menjelaskan secara jujur dan terbuka soal perannya terkait sistem IT yang disebut oleh Akbar Faizal.

Ucapan dari mantan jenderal TNI itu dilakukan agar publik tidak menduga-duga adanya kecurangan atau kegiatan ilegal yang dilakukan oleh tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu pada masa pilpres dengan menggunakan teknologi penyedotan data.

Dian ramdhani
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved