KPU Diminta Tanggapi Soal Dugaan Sedot Data Pemilu 2014

Selasa, 07 April 2015 - 23:06 WIB
KPU Diminta Tanggapi...
KPU Diminta Tanggapi Soal Dugaan Sedot Data Pemilu 2014
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta menanggapi dugaan adanya sedot data-data pemilu 2014 seperti pengakuan Politikus Nasdem Akbar Faisal kepada Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan.

"KPU salah satunya sebagai pemegang otoritas data-data hasil pemilu sudah sepatutnya memberi penjelasan," kata Ray ketika dihubungi Sindonews, Selasa (7/4/2015).

Ray mengatakan, selama perhelatan Pemilu 2014, KPU kerap mengklaim datanya tak bisa diretas atau bocor ke publik. Sehingga ketika muncul soal 'sedot' data-data pemilu tersebut, KPU diminta tak tinggal diam.

"Apakah mungkin data yang mereka miliki masih dapat dengan mudah diterobos oleh sistem IT lain," ujarnya.

Sejauh ini, kata Ray, teknologi yang dipakai KPU saat Pemilu 2014 dianggap masih aman dari aksi pembocoran atau tindakan oknum yang diduga berkepentingan dalam data-data pemilu. Kendati begitu, munculnya pengakuan Akbar bisa disikapi lembaga pimpinan Husni Kamil Manik tersebut.

Karena, menurut Ray, jika terbukti benar soal adanya dugaan 'sedot' data-data pemilu, maka hal itu masuk pada pidana pemilu. "Oleh sebab itu, ada baiknya ketiga pihak untuk berterus terang, baik kepada AF (Akbar Faisal) sebagai sumber pertama, KPU sebagai objek, dan LBP (Luhut) yang disebut-sebut sebagai orang yang memiliki teknologi tersebut," ungkapnya.

"Termasuk penjelasan apakah AF yang asli benar menulis surat itu atau itu surat palsu," tukasnya.

Ikhwal beredarnya pengakuan Akbar Faisal terkait dugaan sedot data-data KPU yang diduga dilakukan Luhut Panjaitan bermula dari 'bocornya' pesan pribadi Akbar kepada Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Sejumlah pesan diutarakan dalam surat tersebut seperti rekrutmen lulusan Harvard hingga soal peran relawan. Dalam pesannya juga Akbar menyebut Luhut menggunakan teknologi untuk menyedot data-data dari KPU dengan memarkirkan mobil.

Berikut kutipan lengkap Akbar soal penggunaan teknologi yang digunakan Luhut dan beredar sekira dua hari yang lalu tepatnya Minggu 5 April 2015.

"Juga proposal beliau tentang sistem IT beliau yang cukup memarkir mobil di depan KPU dan seluruh data-data bisa tersedot. Kami di Jl. Subang 3A --itu markas utama pemenangan Jokowi Mas-- terkagum-kagum membayangkan kehebatan teknologi Pak LBP sekaligus mengernyitkan dahi tentang proses kerja penyedotan data tadi. Saya yang pernah menjadi wartawan senyum-senyum saja sebab sedikit paham soal IT. Senyumanku semakin melebar saat membaca jumlah dan yang dibutuhkan untuk pengadaan teknologi sedot-menyedot tadi," tulis Akbar dalam pesan itu.
(kri)
Berita Terkait
30.000 Orang Meninggal...
30.000 Orang Meninggal Dunia Masuk Data Pemilih di Sumenep, Ini Kata KPU
Pergerakan Pemilih Baru...
Pergerakan Pemilih Baru di Kota Makassar Rendah
Jenazah Staf KPU Yahukimo...
Jenazah Staf KPU Yahukimo Dimakamkan di Sleman
KPU Minta Bantuan BSSN...
KPU Minta Bantuan BSSN hingga BIN Cek Dugaan Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2024
Pemutakhiran Data Pemilih...
Pemutakhiran Data Pemilih di Makassar Sudah Menyentuh 847.379 Warga
KPU Tana Toraja Pastikan...
KPU Tana Toraja Pastikan PPDP Tidak Terpapar COVID-19
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved