Partai Politik, Jantung Demokrasi

Kamis, 02 April 2015 - 11:56 WIB
Partai Politik, Jantung...
Partai Politik, Jantung Demokrasi
A A A
Rangga Kusumo
Mahasiswa Ilmu Politik FISIP,
Ketua Umum FSI FISIP

Jumat, 20 Maret 2015 yang lalu ”Jaket Kuning” kembali turun ke jalan, menyuarakan aspirasinya untuk membela rakyat dengan penyelenggaraan Rapat Akbar di Kampus Salemba yang penuh sejarah itu, menandakan Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Ya, benar bahwa akhir-akhir ini rakyat Indonesia disuguhkan berbagai berita mengenai kisruh yang terjadi antar elite politik di negeri ini. Muncul pertanyaan, siapa yang harus disalahkan? Bagaimana solusi ke depannya? Jawaban penulis sederhana, kuncinya ada di partai politik.

Mengapa? karena mereka yang sedang kisruh, orang-orang yang saat ini menjadi penentu kebijakan publik itu, khususnya mereka yang berada di legislatif maupun eksekutif adalah mereka yang berasal dari partai politik. Menurut analisis penulis, setidaknya permasalahan utama dari parpol yang harus segera diselesaikan adalah pendanaan parpol, proses rekrutmen, dan program pembinaan kader parpol.

Pertama , terkait pendanaan parpol di mana negara faktanya kurang dalam memberikan subsidi kepada parpol. Kedua , terkait proses rekrutmen kader di mana banyak parpol yang masih ”sembarangan” dalam proses rekrutmen untuk menjadi kader partai. Ketiga , tentang program pembinaan parpol yang tidak serius di mana menurut penulis hal ini menjadi sebab tidak berkualitasnya kader parpol yang ada dalam parlemen.

Tentu ada solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pertama misalnya terkait pendanaan parpol, harus ada usulan tentang kebijakan peningkatan pendanaan parpol dari APBN, misalnya yang telah diusulkan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo belum lama ini yang mewacanakan akan ada bantuan Rp1 triliun kepada parpol setiap tahun, tentu dengan catatan harus transparan dan akuntabel.

Kemudian permasalahan rekrutmen, sebuah parpol seharusnya memiliki sistem rekrutmen yang terprogram dengan jelas. Maksudnya, proses seleksi orang yang akan masuk ke dalam parpol dan yang akan dicalonkan untuk maju dalam kontestasi politik harus kader yang benar-benar telah siap, khususnya siap dari segi pemahaman terhadap ideologi partainya serta tentunya yang memiliki integritas.

Terakhir untuk pembinaan kader, menurut penulis ini menjadi kunci untuk menciptakan kader yang benarbenar berkualitas, kader yang benar-benar akan menyuarakan aspirasi rakyat ketika telah menduduki kekuasaan di pemerintahan, serta kader yang memiliki pemahaman yang utuh tentang nilai-nilai yang akan diperjuangkan oleh parpolnya.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved