Petani Berdasi

Sabtu, 28 Maret 2015 - 10:21 WIB
Petani Berdasi
Petani Berdasi
A A A
Indah Retnowati
Mahasiswi Fakultas Hukum, Anggota Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya UI Universitas Indonesia

Sesosok tubuh lusuh bersimbah lumpur dan peluh bekerja keras sepanjang hari demi menafkahi anak dan istri esok hari.

Itulah gambaran yang terbayang dalam benak sebagian besar orang terhadap para petani. Profesi yang sedemikian mulia berabad- abad lamanya, kini telah banyak ditinggalkan, tidak lagi jadi primadona. Padahal, dengan jumlah penduduk dunia yang selalu bertambah dan kebutuhan pangan yang mengiringinya, sektor agraris seharusnya menjadi perhatian utama kita.

Setidaknya, dua hal utama yang perlu dibenahi yaitu pengembangan teknologi pertanian dan edukasi citra positif profesi petani kepada kaum muda. Lahan pertanian semakin menipis dan produktivitasnya pun terus mengalami penurunan. Menurut data Kadin, rerata konversi lahan di Indonesia mencapai 113.000 hektare per tahun, luas lahan pertanian di Indonesia hanya mencapai 7,75 juta hektare dengan populasi 240 juta orang.

Angka tersebut hanya 1/4 dari luas lahan yang dimiliki Thailand yang mencapai 31,84 juta hektare dengan populasi 61 juta orang. Usaha meningkatkan produksi pertanian adalah dengan ekstensifikasi maupun intensifikasi. Opsi pertama tampaknya sulit untuk dilakukan mengingat adanya tren alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman akibat membeludaknya pertumbuhan penduduk Indonesia. Maka itu, opsi kedua pun menjadi satu-satunya solusi.

Pengembangan pertanian berbasis teknologi merupakan cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah krisis lahan pertanian. Pemerintah perlu menginvestasikan dana lebih demi riset dan pengembangan teknologi pertanian. Dari hasil kajian tersebut, pemerintah dapat menyusun road map pembangunan pertanian Indonesia.

Segala kebijakan pemerintah di bidang pertanian juga semestinya didasarkan atas hasil kajian tersebut. Selain itu, penduduk berusia produktif merupakan salah satu potensi terbesar Indonesia saat ini. Sayangnya, profesi petani terlihat kurang seksi di mata para pemuda ini. Padahal, pemuda dengan segala kemampuan intelektual dan kreativitasnya merupakan kartu as pengembangan pertanian berbasis teknologi.

Oleh karena itu, sosialisasi profesi petani kepada kaum muda perlu dilakukan, juga promosi pencitraan ”petani berdasi” untuk meningkatkan pamor profesi petani. Kita perlu lebih banyak menciptakan ”petani berdasi”. Mereka adalah para petani yang tidak hanya bergantung pada kondisi alam dan ketersediaan lahan.

Mereka adalah para petani yang mampu memberdayakan teknologi guna meningkatkan produksi dalam negeri. Mereka adalah para petani kreatif yang mampu menjadi solusi atas permasalahan negeri ini.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved