Pendukung ISIS Perlu Diberi Sanksi Keras

Jum'at, 20 Maret 2015 - 10:32 WIB
Pendukung ISIS Perlu...
Pendukung ISIS Perlu Diberi Sanksi Keras
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo terus mematangkan sanksi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang enggan untuk kembali ke Tanah Air dan memilih bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Presiden, bentuk sanksi tersebut masih terus dibahas bersama menteri terkait. ”Itu (sanksi WNI yang ikut ISIS) juga belum kita proses. Karena kemarin sudah kita rapatkan juga belum rampung (selesai), karena ada plus-minus,” ujar Presiden di Istana Merdeka Jakarta.

Sementara terkait video kegiatan ISIS yang melibatkan anak-anak, Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan upaya pencegahan maksimal. ”Ini semuanya masih dalam proses kita. Proses-proses untuk nanti mencari sistem, mencari cara, mencari pendekatan- pendekatan, sehingga saya kira ini bukan hanya masalah Indonesia, tetapi sudah menjadi masalah semua negara soal ISIS itu,” jelasnya.

Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, 16 WNI yang ditahan di Turki ingin memasuki wilayah Suriah karena berdasarkan keya-kinannya untuk bergabung dengan ISIS. Karena alasan itu, mereka tidak ingin kembali ke Tanah Air.

Motif WNI yang melakukan perjalanan ke Suriah menurutnya hanya didasari oleh dua hal, yaitu atas keinginannya untuk bergabung dengan ISIS atau bekerja di negara itu sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) atau tenaga kerja wanita (TKW). Karena itu, pemerintah akan terus mematangkan peraturan pemerintah pengganti undangundang sehingga tidak merugikan WNI/TKW yang bekerja di wilayah konflik.

Tedjo menegaskan, pengaruh ISIS di Indonesia sudah sangat meluas ke berbagai daerah termasuk di wilayah Poso. Aparat kepolisian menurutnya juga telah mendeteksi keberadaan warga negara asing (WNA) yang berlatih dengan kelompok pendukung ISIS di Poso.

”Ada beberapa orang yang bergabung di Poso sana itu adalah orang-orang yang terindikasi ISIS masuk sana, ada juga WNA dari Tiongkok tujuh orang yang bergabung di sana. Ada yang kemarin tertangkap empat orang, kita periksa dan nanti akan kita kerja samakan dengan asal negara orang yang kita tangkap,” tandasnya.

Beberapa orang yang belum tertangkap itu menurut Tedjo akan terus dicari oleh aparat Kepolisian. Masalah ini juga terus dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris. KBRI di Turki membantah pihaknya lama menyampaikan soal 16 WNI yang ditangkap pemerintah Turki.

Dalam rilisnya tersebut, keterlambatan bukan pada staf KBRI melainkan pemerintah Turki. Pasalnya, KBRI langsung melakukan deteksi dan menjenguk 16 warga tersebut begitu diberi tahu oleh pemerintah Turki. Untuk mencegah meluasnya ISIS, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengungkapkan akan menggelar operasi latihan militer pada akhir Maret ini di Poso.

Menurut dia, TNI perlu untuk latihan di medan (perang) yang sebenarnya. Di Poso menurutnya potensi berkembangnya jaringan teroris sangat memungkinkan. Bahkan, TNI mengkhawatirkan Poso menjadi wilayah untuk latihan aksi terorisme seperti kelompok Santoso dan pendukung ISIS.

”Ya, kita takutkan (ada markas ISIS), karena kalau kita diamin, (mereka berpikir) kok nyaman di sana (Poso). Polisi selama ini sudah bekerja (mencegah terorisme di Poso), cuma kita nambah kekuatan saja,” tambahnya.

Rarasati syarief
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
AS Bombardir ISIS, Trump:...
AS Bombardir ISIS, Trump: Kami akan Temukan dan Membunuhmu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved