Tetap Solid, Elite PAN Kedepankan Kompetisi Gagasan
Kamis, 12 Maret 2015 - 22:29 WIB
Tetap Solid, Elite PAN Kedepankan Kompetisi Gagasan
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mengaku, bersyukur setelah kongres di Bali internal PAN tidak pecah bahkan tetap solid mendukung ketua umum terpilih.
Teguh mengatakan, persaingan antara Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa cukup ketat dalam perebutan kursi ketua umum. Namun, setelah kongres internal PAN masih tetap kondusif.
"Partai Politik cenderung pecah setelah kongres berlangsung, PAN mampu melewati kompetisi yang keras tanpa aklamasi. Namun kami tetap menjaga kebersamaan, ini sebuah rasa syukur kader PAN dewasa berdemokrasi," kata Teguh saat dihubungi Sindonews, Kamis (12/3/2015).
Anggota Komisi X DPR ini menilai, PAN tidak pecah bukan hanya kedewasaan kader PAN tapi juga elitenya. Dia berpandangan, tidak bisa dipungkiri kader juga menjadikan elite sebagai panutan.
"Kalau lihat secara objektif ini prestasi para elite yang bersaing," imbuh mantan wartawan ini.
Teguh menambahkan, Zulkifli dan Hatta mempunyai sikap kedewasaan dalam bersaing. Dia berharap yang menang tetap tidak sombong, sementara Hatta tidak perlu berkecil hati meskipun kalah dalam kongres.
"Ini kompetisi gagasan, ini juga menjadi bukti tidak ada yang dominan. Artinya memang apa yang dilakukan Bang Zul, kerja politik Bang Zul diapresiasi kader," tegasnya.
Teguh mengatakan, persaingan antara Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa cukup ketat dalam perebutan kursi ketua umum. Namun, setelah kongres internal PAN masih tetap kondusif.
"Partai Politik cenderung pecah setelah kongres berlangsung, PAN mampu melewati kompetisi yang keras tanpa aklamasi. Namun kami tetap menjaga kebersamaan, ini sebuah rasa syukur kader PAN dewasa berdemokrasi," kata Teguh saat dihubungi Sindonews, Kamis (12/3/2015).
Anggota Komisi X DPR ini menilai, PAN tidak pecah bukan hanya kedewasaan kader PAN tapi juga elitenya. Dia berpandangan, tidak bisa dipungkiri kader juga menjadikan elite sebagai panutan.
"Kalau lihat secara objektif ini prestasi para elite yang bersaing," imbuh mantan wartawan ini.
Teguh menambahkan, Zulkifli dan Hatta mempunyai sikap kedewasaan dalam bersaing. Dia berharap yang menang tetap tidak sombong, sementara Hatta tidak perlu berkecil hati meskipun kalah dalam kongres.
"Ini kompetisi gagasan, ini juga menjadi bukti tidak ada yang dominan. Artinya memang apa yang dilakukan Bang Zul, kerja politik Bang Zul diapresiasi kader," tegasnya.
(kri)