Alasan Tjatur Sapto Edy Mundur dari Jabatan Ketua F-PAN
Kamis, 12 Maret 2015 - 04:04 WIB
Alasan Tjatur Sapto Edy Mundur dari Jabatan Ketua F-PAN
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR Tjatur Sapto Edy menyatakan secara resmi mundur dari jabatannya tersebut.
Tjatur menjelaskan, selepas tanggal 2 Maret 2015, dirinya sudah merenungkan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua F-PAN, keingingan itu sudah lama, sejak setahun lalu.
"Saya sudah menyampaikan surat resmi pengunduran diri, sudah di tangan ketum (ketua umum) baru (Zulkifli Hasan), ya proses seperti itu, kita tunggu episode berikutnya," kata Tjatur di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2015.
Menurutnya, alasan lain dirinya mundur lantaran dirinya merupakan ketua fraksi terpanjang sepanjang sejarah PAN, di periode Hatta Rajasa menjabat satu setengah tahun, dan yang lain rata-rata menjabat dua tahun.
"Ketua fraksi paling senior temannya Muzani (Ahmad Muzani, Ketua Fraksi Partai Gerindra) saja, yang lain sudah di tempat lain, perlu suasana baru dan penyegaran," jelasnya.
Dia berpendapat, Ketua Fraksi PAN menarik karena satu-satunya yang dipilih secara demokratis sementara fraksi yang lain ditunjuk. Dan dirinya terpilih dua kali yakni tahun 2010 dan akhir 2014 untuk saat ini.
"Pimpinan Komisi dari PAN akan mundur juga. PAN ini tenang tidak terlalu bergejolak," ujarnya.
Adapun tanggapan dari Ketua Umum DPP PAN, dirinya mengaku belum mendengar tanggapan dari ketua umum. Dirinya enggan berandai-andai jika ketua umum akan menolak permohonannya itu.
"Kita tunggu jawaban beliau. Jangan berandai-andai," pungkasnya.
Tjatur menjelaskan, selepas tanggal 2 Maret 2015, dirinya sudah merenungkan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua F-PAN, keingingan itu sudah lama, sejak setahun lalu.
"Saya sudah menyampaikan surat resmi pengunduran diri, sudah di tangan ketum (ketua umum) baru (Zulkifli Hasan), ya proses seperti itu, kita tunggu episode berikutnya," kata Tjatur di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Maret 2015.
Menurutnya, alasan lain dirinya mundur lantaran dirinya merupakan ketua fraksi terpanjang sepanjang sejarah PAN, di periode Hatta Rajasa menjabat satu setengah tahun, dan yang lain rata-rata menjabat dua tahun.
"Ketua fraksi paling senior temannya Muzani (Ahmad Muzani, Ketua Fraksi Partai Gerindra) saja, yang lain sudah di tempat lain, perlu suasana baru dan penyegaran," jelasnya.
Dia berpendapat, Ketua Fraksi PAN menarik karena satu-satunya yang dipilih secara demokratis sementara fraksi yang lain ditunjuk. Dan dirinya terpilih dua kali yakni tahun 2010 dan akhir 2014 untuk saat ini.
"Pimpinan Komisi dari PAN akan mundur juga. PAN ini tenang tidak terlalu bergejolak," ujarnya.
Adapun tanggapan dari Ketua Umum DPP PAN, dirinya mengaku belum mendengar tanggapan dari ketua umum. Dirinya enggan berandai-andai jika ketua umum akan menolak permohonannya itu.
"Kita tunggu jawaban beliau. Jangan berandai-andai," pungkasnya.
(maf)