Lamban Tuntaskan Eksekusi Mati, Jokowi Beri Ekses Buruk

Rabu, 11 Maret 2015 - 17:20 WIB
Lamban Tuntaskan Eksekusi...
Lamban Tuntaskan Eksekusi Mati, Jokowi Beri Ekses Buruk
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai lamban dalam mengambil keputusan terkait rencana eksekusi mati sejumlah terpidana mati gembong narkoba. Dampak dari kelambanan Jokowi ini adalah semakin besarnya tekanan dunia internasional terhadap Indonesia

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, bahkan sejumlah negara sahabat yang dulu memiliki hubungan baik pun kini ikut memberikan kecaman terhadap Indonesia.

"Presiden sudah beberapa kali mengatakan akan segera melakukan eksekusi hukuman mati dan tidak bisa ditawar lagi, tapi nyatanya sampai sekarang belum ada," kata Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2015).

"Pemerintah terlalu lamban, enggak jelas mau eksekusi juga enggak jelas. Ini membuat segala macam ekses terjadi," sambungnya.

Fadli pun meminta Jokowi untuk segera menentukan sikap terkait pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Langkah ini perlu diambil guna memperkecil dampak risiko yang ditimbulkan oleh kebijakan tersebut.

"Negara-negara yang selama ini dikenal bersahabat dengan Indonesia saat ini merasa tak dikasih muka oleh Indonesia. Maka kita juga nanti di forum-forum internasional akan dikucilkan. Pemerintah harus bisa mengambil keputusan secara cepat. Jadi eksesnya itu tidak terlalu besar," katanya.

Menurut Fadli, lambannya Jokowi dalam mengambil keputusan bukan hanya terjadi pada perkara eksekusi mati para gembong narkoba saja. Bahkan, dia menilai, eks Gubernur DKI Jakarta itu juga membiarkan perseteruan antara KPK vs Polri hingga berlarut-larut.

"Seperti menyikapi persoalan KPK vs Polri, itu menunjukkan pemerintahan ini gamang, ragu-ragu dan tidak mampu mengambil keputusan dengan tegas. Dampaknya ke mana-mana, termasuk mengancam kepentingan nasional kita," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Londo Ireng di Republik...
Londo Ireng di Republik Antikritik
KPK Geledah Rumah Kadis...
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Rp4 Miliar
Royal Dinner UKSW, Sultan...
Royal Dinner UKSW, Sultan Ternate ke-49 Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat
Presiden Prabowo Dijadwalkan...
Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved