Hindari Disadap, Indonesia Harus Miliki Mayoritas Saham Operator

Senin, 09 Maret 2015 - 10:53 WIB
Hindari Disadap, Indonesia...
Hindari Disadap, Indonesia Harus Miliki Mayoritas Saham Operator
A A A
JAKARTA - Mata-mata Australia diduga menyadap percakapan telepon selular dan data publik serta pejabat Indonesia melalui jaringan telepon selular terbesar, Telkomsel. Hal itu terungkap dari bocoran dokumen rahasia milik bekas kontraktor NSA, Edward Joseph Snowden.

Menurut dokumen Snowden, badan spionase elektronik Australia (ASD) telah bekerjasama dengan Biro Keamanan dan Komunikasi Selandia Baru (GCSB) untuk menyadap jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia dan Pasifik Selatan.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya mengatakan, upaya penyadapan dan praktik spionase yang dilakukan terhadap Indonesia adalah hal yang lumrah.

Pasalnya, lanjut Tantowi, selain tidak memiliki satelit sendiri, kepemilikan saham operator-operator telekomunikasi nasional, kini mayoritas sudah dikuasai asing.

"Jadi kita enggak aneh kalau perusahaan telekomunikasi kita disadap. Terlebih operator-operator kita ini kepemilikannya 50% lebih sudah dikuasai asing," kata Tantowi melalui pesan singkat yang diterima Sindonews, Senin (9/3/2015).

Menurut politikus Partai Golkar itu, jika privasi Indonesia tidak ingin dimata-matai oleh pihak lain, maka kepemilikan 100% saham operator telekomunikasi mutlak hukumnya.

Politikus Golkar ini pun menyindir kepemimpinan Presiden Megawati Sukarnoputri yang telah menjual salah satu perusahaan BUMN, Indosat kepada Singapura. Dalam kondisi kepemilikan saham terbatas, tambah Tantowi, pilihan Indonesia hanya tinggal melakukan pengamanan terhadap informasi.

"Berbicara industri telekomunikasi itu tidak bisa dimiliki oleh asing. Tapi karena ini yang terjadi sudah dijual, sekarang yang bisa dilakukan adalah pengamanan. Bagaimana dalam konteks kepemilikan seperti sekarang, saat asing menjadi mayoritas, tapi keamanan informasi itu bisa tetap kita jaga," kata Tantowi.
(kri)
Berita Terkait
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Gagas Usulan RUU Penyadapan,...
Gagas Usulan RUU Penyadapan, Komisi III: Harus Berbasis HAM
Macron Minta Penjelasan...
Macron Minta Penjelasan PM Israel Soal Spyware Pegasus
1.460 Penyadapan Dilakukan...
1.460 Penyadapan Dilakukan KPK Sepanjang Tahun 2022
KPK Ungkap Ada Sosok...
KPK Ungkap Ada Sosok yang Disadap pada Kasus Harun Masiku
Berita Terkini
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Barang Bukti OTT Bupati...
Barang Bukti OTT Bupati Muara Enim, Uang Tunai hingga Rekening Senilai Rp2 M
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved