Tiap Minggu, 3 Tewas di Perlintasan KA

Senin, 09 Maret 2015 - 09:43 WIB
Tiap Minggu, 3 Tewas...
Tiap Minggu, 3 Tewas di Perlintasan KA
A A A
JAKARTA - Tinggi angka kecelakaan di pintu perlintasan kereta api (KA) tidak hanya kelalaian pengguna jalan.

Banyak pintu perlintasan KA liar dan tanpa penjagaan menjadi faktor lain penyebab tinggi angka kecelakaan. Hingga saat ini ratusan palang pintu KA liar di daerah operasional (daop) 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI). PT KAI Daop 1 bahkan mencatat setiap minggu rata-rata tiga orang tewas akibat kecelakaan di perlintasan KA.

Untuk meminimalisasi kecelakaan, PT KAI dan Pemprov DKI Jakarta berencana melenyapkan perlintasan KA tak berpenjaga maupun liar secara bertahap. Senior Manager Corporate Communication PT KAI Daop 1 Bambang S Prayitno mengatakan, dari 533 perlintasan KA, hanya 158 yang dijaga PT KAI dan 48 telah dibuatkan underpass maupun flyover .

Sisanya 35 dijaga pihak luar, 106 tidak dijaga, dan 186 perlintasan liar. Tingginya perlintasan liar disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang ada. “Dampak fatal bisa terjadi kehilangan nyawa bagi pengemudi maupun penumpang yang dibawanya. Kami (PT KAI) juga mengalami kerugian bila terjadi,” kata Bambang kemarin.

Kerugian tersebut di antaranya kerusakan sarana prasarana seperti lokomotif, gerbong, jalur KA, serta terhambatnya perjalanan KA yang jelas merugikan konsumen. Karena itu, dia mendukung upaya meminimalisasi tingkat kecelakaan dengan pembuatan flyover maupun underpass sesuai UU No 23/2007 tentang Perkeretaapian.

Hanya, pembangunan underpass dan flyover di perlintasan KA merupakan kewenangan pemerintah daerah. Pembangunan pengamanan seperti palang pintu KA merupakan kewenangan PT KAI dan Kementerian Perhubungan. “Beberapa waktu lalu, kami sudah menekan MoU dengan gubernur DKI Jakarta mengenai pembangunan underpass,” ungkapnya.

Tahun ini Pemprov DKI Jakarta akan membangun flyover dan underpass di sejumlah titik perlintasan KA. Berdasarkan pantauan, sejumlah perlintasan KA di Jakarta memang membahayakan pengguna jalan dan memacetkan arus lalu lintas. Titik-titik perlintasan yang rawan tersebut di antaranya Bintaro, Permata Hijau, Jakarta Selatan; Rawa Buaya, Latumenten, dan Angke, Jakarta Barat.

Belakangan penutupan perlintasan KA liar telah dilakukan di dekat Stasiun Ancol, Jakarta Utara. Penutupan itu dilakukan sebagai persiapan KRL Commuter Line yang akan melintas pada April mendatang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan, sesuai dengan Pasal 91-94 UU No 23/2007, perlintasan liar yang tidak dijaga, tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak disertai alat bantu pengamanan harus ditutup demi keselamatan warga sekitar.

“Penutupan akses perlintasan liar di Stasiun Ancol ini mendesak dilakukan karena pada April 2015 nanti lintasan rel di jalur ini akan kembali diaktifkan,” kata Hermanto. Menurut Hermanto, perjalanan KRL yang melintas di jalur tersebut dinonaktifkan sejak 10 tahun lalu. Oleh masyarakat sekitar, titik ini dibuat akses perlintasan liar tanpa seizin ke PT KAI.

“Kalau kita lihat dari segi teknis hukum, apa yang dilakukan warga sekitar itu melanggar hukum, namun kami masih bisa menoleransi selama ini karena perlintasan memang selama ini belum digunakan,” tuturnya.

Yan yusuf
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved