Ironi Nasib Daerah Perbatasan

Kamis, 05 Maret 2015 - 10:41 WIB
Ironi Nasib Daerah Perbatasan
Ironi Nasib Daerah Perbatasan
A A A
Aang Sanjaya
Mahasiswa Jurusan Akuntansi. Universitas Padjadjaran


Kondisi masyarakat daerah perbatasan memang bukanlah menjadi persoalan utama bagi pemerintah.

Padahal jika kita cermati dengan baik, permasalahan yang terjadi di daerah perbatasan tersebut merupakan permasalahan yang serius karena menyangkut dengan kehidupan orang banyak. Ironinya, daerah perbatasan tersebut merupakan daerah yang mempunyai potensi besar dalam menyediakan sumber daya alam, sehingga hal ini merupakan suatu bentuk kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap pentingnya pengelolaan daerah perbatasan.

Fakta menunjukkan bahwa adanya ada salah satu daerah perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah, yakni Desa Sindang Angin Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis yang langsung berbatasan dengan Cilacap, Jawa Tengah merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Data tersebut didapat dari pengakuan masyarakat setempat yang langsung merasakannya.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kecamatan Lakbok merupakan daerah yang penuh dengan hamparan sawah, sehingga tak heran daerah tersebut merupakan daerah penghasil beras dan sempat menjadi salah satu pemasok beras terbesar bagi Jawa Barat. Namun, dalam kurun waktu sepuluh terakhir, daerah ini banyak mengalami gagal panen yang mengakibatkan berkurangnya pasokan beras yang bisa disuplai untuk Jawa Barat, sehingga kini daerah tersebut sudah tidak lagi menyandang gelar sebagai daerah pemasok beras terbesar di Jawa Barat.

Tidak dapat dimungkiri bahwa pemerintah memang sudah berupaya untuk membangun dan mengelola daerah- daerah tertinggal, hal ini dapat dilihat dengan adanya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Namun, pada kenyataannya upaya tersebut belum berjalan optimal sebagaimana yang diharapkan. Contoh yang bisa kita ambil adalah ketika ada anggaran provinsi yang masih tersisa, namun dikembalikan lagi kepada pusat untuk dilakukan pembukuan dan pelaporan.

Padahal, seharusnya kementerian tersebut mengalokasikan untuk pembangunan sarana-prasarana untuk daerah-daerah yang sangat membutuhkan. Dari permasalahan-permasalahan yang ada, pemerintah diharapkan bisa lebih memperhatikan masyarakat yang khususnya berada di daerah perbatasan.

Bagaimanapun, daerah-daerah perbatasan harus diperlakukan sama dengan daerah-daerah yang lainnya, baik itu dalam bidang ekonomi, sosial, politik, maupun saranaprasarana, sehingga pada akhirnya tujuan utama pembangunan yang merata dapat terwujud.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved