Ajukan Pailit Mandala, Tiger Lari dari Tanggung Jawab

Senin, 02 Maret 2015 - 23:33 WIB
Ajukan Pailit Mandala,...
Ajukan Pailit Mandala, Tiger Lari dari Tanggung Jawab
A A A
JAKARTA - Persoalan pailit maskapai penerbangan Mandala yang diajukan 9 Desember 2014 dan diputus Pengadilan Niaga Jakarta 26 Januari 2015 lalu, ternyata masih bermasalah.

Pengajuan pailit itu dipaksakan oleh pihak Tiger Airlines dari Singapura selaku investor asing, tanpa persetujuan investor lokal.

Ini sama saja Tiger Airlines Singapura lari dari tanggung jawab finansial. Padahal kesulitan keuangan yang dihadapi tidak parah dan pihak investor lokal sudah mendapat tambahan investor lokal yang sudah siap mengucurkan dana, tapi karena pailit diajukan, maka investor menunda.

“Saya menilai pengajuan pailit itu karena pihak Tiger ingin lari dari tanggung jawab finansial, dan itu di luar kontrol kita. Karena pada saat hampir bersamaan, kita sudah dapat investor dan sudah hampir deal,” ujar Komisaris Utama Mandala Airlines, Budi Priyantoro, Senin (2/3/2015).

Menurut Budi, sepertinya Tiger enggan memberi dana tambahan sebagai bagian dari komitmen perjanjian bisnis. Dia mengatakan, pihak Tiger mengklaim sudah mengucurkan investasi sebesar Rp1,1 triliun.

“Tetapi, kami dari investor lokal juga telah menyetor dana sekitar 30 persen dari jumlah dana Tiger, yakni sekitar Rp300 miliar sebagai penambahan modal proporsional. Masak mereka pergi begitu saja dengan mempailitkan perusahaan,” jelas Budi

Budi menegaskan, dari sisi keuangan, Mandala sesungguhnya tidak seburuk Merpati atau Sriwijaya. ”Jadi, sebenarnya tidak ada alasan untuk mengajukan pailit Mandala. Namun karena mereka sepihak mengajukan gugatan dan untuk mencabutnya sulit karena sudah diproses, akhirnya ya putus,” tuturnya.

Lebih lanjut diungkapkan, untuk mengajukan pailit harus ada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pihak investor lokal sudah meminta untuk menunda pelaksanaan RUPS sambil mencari tambahan investor lokal, tetapi pihak Tiger jalan sendiri.

”Dan ketika akan memberi surat kuasa untuk pailit, pihak Tiger tidak melakukan konfirmasi pada investor lokal,“ jelas Budi.

Pada intinya, lanjut Budi, pihaknya tidak ingin Mandala Airlines dipailitkan karena dari sisi keuangan tidak terlalu bermasalah. Selain itu faktor historis Mandala sangat penting bagi dunia penerbangan Indonesia.

Apalagi sudah ada pengusaha Indonesia yang mengerti dunia penerbangan dan sangat tertarik untuk masuk, tapi karena pailit diajukan, mereka menundanya.

Sebelumnya kalangan anggota DPR menyayangkan diputus pailitnya Mandala mengingat proses pailit selama ini banyak merugikan perusahaan. Selain itu ada dugaan proses pailit itu untuk kepentingan pihak tertentu saja. Nama dan sejarah panjang Mandala sangat dirugikan.
(maf)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Praktik Orang Dalam...
Praktik Orang Dalam Dinilai Merusak Demokrasi dan Tatanan Hukum
Berita Terkini
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved