TNI Jadikan Poso Lokasi Pelatihan

Minggu, 22 Februari 2015 - 09:11 WIB
TNI Jadikan Poso Lokasi...
TNI Jadikan Poso Lokasi Pelatihan
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko berencana menjadikan wilayah Poso sebagai area pelatihan bagi para prajurit. Langkah tersebut untuk mencegah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut dijadikan lokasi persembunyian teroris.

Menurut Panglima, saat ini aparat kepolisian tengah melakukan operasi penangkapan terhadap kelompok teroris Poso. Untuk membantu operasi tersebut, TNI sudah mengerahkan prajuritnya untuk membantu operasi intelijen dan penindakan. Bila operasi tersebut selesai, selanjutnya lokasi itu akan dijadikan lokasi pelatihan bagi personel TNI.

”Di Poso ada sedikit hal-hal yang perlu diselesaikan oleh rekan kepolisian. Kebetulan kita akan melaksanakan pelatihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), untuk itu Poso kita gunakan sebagai daerah pelatihan bersama,” katanya di Mabes TNI, Jakarta Timur, kemarin. Mantan Pangdam III Siliwangi itu menjelaskan, dari pelatihan itu akan diketahui apakah lokasi tersebut cukup layak untuk dijadikan tempat berlatih berikutnya.

”Kalau dianggap sebagai sasaran basah (oleh teroris), maka lanjut dengan kegiatan pelatihan selanjutnya. Alasannya kenapa di daerah tersebut, sebab Poso selama ini dikembangkan oleh aliran keras yang merasa Poso nyaman,” ujarnya. Saat disinggung apakah aliran keras tersebut terkait dengan gerakan radikal berdasarkan keagamaan seperti ISIS, Panglima tidak membantahnya.

”Iya, bisa menuju ke sana,” katanya. Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya menambahkan, dalam operasi gabungan yang dilakukan bersama kepolisian, TNI hanya membantu memberikan data- data intelijen. Termasuk data dari Badan Intelijen Strategis (BAIS). ”Intelijen kita selama ini sudah bergerak, ditambah BAIS. Sekarang polisi sedang lakukan operasi di sana untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Mengenai pembentukan pasukan elite gabungan, Fuad mengaku TNI memang sudah menyiapkannya sehingga kalau pemerintah menghendaki sewaktu- waktu mereka tinggal masuk. ”Kalau tidak selesai mungkin pemerintah akan mengambil langkah-langkah berikutnya melibatkan TNI dan sudah disiapkan semuanya, kita menunggu payung hukumnya saja. Perintah turun, ya kita langsung jalan,” ujarnya.

Menurut Fuad, sejauh ini kondisi Poso masih biasa dan bagi TNI intensitasnya tidak terlalu besar. Apabila intensitasnya sudah meningkat dan membahayakan kedaulatan negara, TNI akan turun untuk mengatasinya. ”Tugas aparat teritorial melakukan pengamanan dan pengembangan. TNI sudah mendata daerah-daerah rawan. Ada banyak sekali, tinggal intensitasnya seperti apa,” katanya.

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Tangani Kasus Febrie,...
Tangani Kasus Febrie, Kejagung Diminta Transparan dan Bebas dari Konflik Kepentingan
Forum Pemred Minta Hotman...
Forum Pemred Minta Hotman Paris Hormati Profesi Wartawan
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak Hakim
IJTI: Menghormati Profesi...
IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Jelang Putusan Praperadilan,...
Jelang Putusan Praperadilan, Roy Suryo Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Pendukung di PN Jaksel
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved