Pengamat Nilai PDIP Tak Akan Gegabah dalam Bermanuver
Sabtu, 31 Januari 2015 - 16:18 WIB
Pengamat Nilai PDIP Tak Akan Gegabah dalam Bermanuver
A
A
A
JAKARTA - PDIP dinilai tidak akan menerapkan pola politik zero sum game dalam menyikapi manuver Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto.
Menurutnya 10 tahun pengalaman sebagai partai di luar pemerintahan (oposisi) pasti mengajarkan partai moncong putih tersebut untuk tidak gegabah dalam bertindak.
“Saya tidak yakin bahwa semua partai itu akan zero sum game, PDIP tentu akan merespons setiap dinamika yang dilakukan Jokowi,” kata Gun Gun saat diskusi Polemik Sindo Trijaya “Menanti Ketegasan Jokowi” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (31/1/2015).
Gun Gun mengingatkan, penerapan pola zero sum game justru akan membuat PDIP tidak mendapat apapun dari kekuasaannya di eksekutif.
Oleh karenanya yang patut dilakukan hanya mengevaluasi apa yang dilakukan Presiden Jokowi, selama tidak mengganggu kesepakatan yang selama ini dibentuk.
“Tapi menariknya adalah posisi bertemunya Jokowi dan Prabowo bisa menaikkan daya tawar (Jokowi). Apalagi kalau kemudian ada satu tindakan konkret Prabowo yang mengubah peta atau konfigurasi kekuatan politik,” tuntasnya.
Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto.
Menurutnya 10 tahun pengalaman sebagai partai di luar pemerintahan (oposisi) pasti mengajarkan partai moncong putih tersebut untuk tidak gegabah dalam bertindak.
“Saya tidak yakin bahwa semua partai itu akan zero sum game, PDIP tentu akan merespons setiap dinamika yang dilakukan Jokowi,” kata Gun Gun saat diskusi Polemik Sindo Trijaya “Menanti Ketegasan Jokowi” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (31/1/2015).
Gun Gun mengingatkan, penerapan pola zero sum game justru akan membuat PDIP tidak mendapat apapun dari kekuasaannya di eksekutif.
Oleh karenanya yang patut dilakukan hanya mengevaluasi apa yang dilakukan Presiden Jokowi, selama tidak mengganggu kesepakatan yang selama ini dibentuk.
“Tapi menariknya adalah posisi bertemunya Jokowi dan Prabowo bisa menaikkan daya tawar (Jokowi). Apalagi kalau kemudian ada satu tindakan konkret Prabowo yang mengubah peta atau konfigurasi kekuatan politik,” tuntasnya.
(maf)