100 Hari Kerja Pemerintahan Belum Dapat Dinilai

Jum'at, 30 Januari 2015 - 14:03 WIB
100 Hari Kerja Pemerintahan...
100 Hari Kerja Pemerintahan Belum Dapat Dinilai
A A A
KERJA Pemerintah Joko Widodo selama 100 hari ini belum bisa diberikan penilaian. Hal ini disebabkan, dalam perkembangannya terdapat kendala di internal maupun eksternal pemerintahan.

Kendala eksternal, yakni adanya konfliknya yang terjadi di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP). Konflik ini tidak dapat dipungkiri telah mempengaruhi kinerja pemerintahan di awal. Sehingga hal ini dapat tercermin dari beragam kebijakan pemerintah yang belum terealisasi dan banyak menuai protes publik dikarenakan belum sesuai harapan.

Proses check and balances semasa tiga bulan terakhir juga belum optimal oleh parlemen. Oleh karena itu pemerintah harus membangun komunikasi yang intensif dan produktif dengan DPD RI terlebih DPR RI.

Jadi pada dasarnya kita belum dapat melihat hasil kinerja pemerintah dalam masa 100 hari. Namun disadari di rentang waktu tersebut sesungguhnya bisa dijadikan acuan dan persepsi awal bagi publik terhadap formula solusi kebijakan pemerintahan dalam menanggapi berbagai permasalahan pokok, sistem koordinasi antar lembaga dan pondasi rencana kerja pemerintah dirumuskan.

Kinerja pemerintah dalam 100 hari belum dapat dinilai secara utuh, mengingat berbagai program maupun rencana strategis pada umumnya membutuhkan waktu lebih dari 100 hari. Setidaknya secara subtansi butuh waktu satu bulan lagi untuk melihat kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Namun ada catatan untuk pemerintah dalam 100 hari ini. Yakni, masih ada persoalan pada penegakan hukum, pengelolaan sumber daya alam dan kesejahteraan sosial. Beberapa di antaranya terkait perpanjangan MoU PT Freeport Indonesia dan PT Newmont, konflik KPK dan POLRI, kelemahan dalam mengontrol harga bahan pokok, penghentian kurikulum 2013 secara terbatas, perubahan nomenklatur kementerian dan lembaga, kartu indonesia sehat, pintar dan kartu keluarga sejahtera hingga penyesuaian harga BBM.

Dari catatan tersebut secara umum Pemerintah masih berkutat dalam pemetaan masalah, belum melakukan kebijakan dan tindakan mendalam. Pemerintah harus serius dan bekerja keras dalam mencapai target yang dicanangkan, dengan secara konsisten dan komitmen penuh menunaikan seluruh janji saat kampanye.

Dalam tempo satu bulan ini, pemerintah perlu memberikan atensi untuk publik termaksud para wakil rakyat. Hal-hal apa saja yang perlu diberikan masukan kepada pemerintah.

Prof Dr Farouk Muhammad
Wakil Ketua DPD RI
(hyk)
Berita Terkait
Politikus Perlu Manfaatkan...
Politikus Perlu Manfaatkan Medsos Gaet Suara Anak Muda
KPU Pakai Lagi Kotak...
KPU Pakai Lagi Kotak Suara Kardus, PKS Usulkan Flexiglass yang Transparan
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Skenario Muluskan Parpol Tertentu Lolos ke Senayan
Politikus Perlu Gaet...
Politikus Perlu Gaet Suara Anak Muda Lewat Medsos, Begini Caranya
Bungkam Suara Oposisi,...
Bungkam Suara Oposisi, Politikus Singapura Dinyatakan Bersalah karena Berbohong kepada Parlemen
16 Daerah Pemungutan...
16 Daerah Pemungutan Suara Ulang, Politikus PAN: Preseden Buruk bagi KPU
Berita Terkini
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved