Tantangan AEC Itu Kesempatan

Kamis, 29 Januari 2015 - 10:16 WIB
Tantangan AEC Itu Kesempatan
Tantangan AEC Itu Kesempatan
A A A
Muhammad Miqdad Robbani.
Mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi.

ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, AEC dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mampu berkembang dengan ada kebebasan keluar-masuk pasar, terutama bagi komoditaskomoditas tertentu seperti barang,

jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja terampil. Di sisi lain, AEC juga dapat menjadi tantangan berat bagi Indonesia bila Indonesia tidak cukup siap untuk menghadapinya. Ini karena banyak produk-produk berupa barang, jasa, hingga tenaga kerja dari negara-negara tetangga yang dapat masuk dan menguasai pasar Indonesia.

Secara tidak sadar, Indonesia sebenarnya telah memiliki lubang yang dapat menjadi tantangan terberat dalam pelaksanaan AEC yaitu ada kebebasan tarif dan birokrasi bagi para tenaga kerja terampil atau skilled labor yang memiliki pendidikan setaraf perguruan tinggi. Ironisnya, hingga saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan pekerja unskilled labor atau para tenaga kerja tidak terampil.

Ini dapat dilihat dari data pekerja Indonesia berdasarkan pendidikan terakhir. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik terlihat bahwa pada Agustus 2011 tenaga kerja terampil Indonesia hanyalah 8% yang terdiri atas 3,17 juta lulusan diploma dan 5,65 juta lulusan universitas. Kondisi ini berbanding jauh dengan tenaga kerja tidak terampil yang mendominasi dengan angka 92%.

Dengan kondisi tersebut, mayoritas tenaga kerja di Indonesia terancam tidak dapat memanfaatkan momen AEC sebagai sarana pembangunan ekonomi mereka. Ini karena tenaga kerja tidak terampil akan tetap terkendala pada peraturan berupa tarif dan nontarif tenaga kerja asing dalam berekspansi di wilayah ASEAN.

Namun, sebenarnya para tenaga kerja tidak terampil memiliki kesempatan lain untuk dapat memanfaatkan AEC. Mereka memiliki kesempatan untuk ikut meramaikan pasar ASEAN secara tidak langsung dengan menciptakan produk-produk melalui usaha kecil menengah.

Bila ditelisik lebih lanjut pada ASEAN Economic Community Blueprint yang disusun oleh Sekretariat ASEAN, AEC memang akan menghapuskan penghalang berbentuk tarif dan nontarif dari semua barang yang diperjualbelikan.

Karena itu, pengalihan ke sektor usaha kecil menengah akan membuat para tenaga kerja tidak terampil ini tetap dapat berekspansi dengan memanfaatkan kebebasan pasar barang ASEAN tersebut. Melihat tantangan jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar, solusi ini harus disadari dan dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh kalangan Indonesia, baik pemerintah maupun masyarakat.

Dengan usaha kecil menengah, Indonesia akan mampu mengonversi tantangan jumlahtenagakerjamenjadi kesempatan mem-perbanyak produk Indonesia di pasar regional.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved