Apa Kabar MEA?

Rabu, 28 Januari 2015 - 11:12 WIB
Apa Kabar MEA?
Apa Kabar MEA?
A A A
Andiga Kusuma Nur Ichsan
Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Airlangga Surabaya


31 Desember 2015 Indonesia akan memasuki era ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Belakangan ini banyak yang khawatir bahwa Indonesia masih belum siap dalam menghadapi MEA. Sebenarnya ada tiga aspek utama dari MEA. Pertama adalah aspek liberalisasi perdagangan. Liberalisasi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak 1994 dan untuk bea masuk benar-benar sudah bebas di tahun 2010.

Kedua adalah fasilitasi. Fasilitasi perdagangan seperti ASEAN Single Window akan menjadikan prosedur perdagangan menjadi lebih mudah dan efisien ditinjau dari segi biaya. Ketiga adalah masalah reformasi ekonomi. Aspek ini yang sering luput dari pengamatan. Pada dasarnya MEA adalah salah satu pilar perwujudan ASEAN Vision 2020 , bersama sama dengan ASEAN Security Community (ASC) dan ASEAN Socio- Cultural Community (ASCC).

Pembentukan MEA dilakukan melalui empat kerangka strategis, yaitu pencapaian pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing, pertumbuhan ekonomi yang merata dan terintegrasi pada perekonomian global. Atas dasar tersebut, masing-masing negara ASEAN seharusnya menjaga komitmennya untuk menjalankan perbaikan ekonomi demi kebaikan negara anggota.

Inisiatif seperti pelaksanaan kebijakan/iklim kompetisi, penciptaan aturan investasi yang mendukung serta perlindungan akan hak cipta akan mendorong penciptaan struktur ekonomi yang lebih berdaya saing (Damuri, 2014). Pemberlakuan MEA juga menuntut peningkatan “kerja sama” agar ekonomi di kawasan semakin terintegrasi.

Kerja sama tersebut antara lain untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas; konsultasi yang lebih erat di kebijakan makroekonomi dan keuangan; kebijakan pembiayaan perdagangan; peningkatan infrastruktur dan hubungan komunikasi; pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN; integrasi industri untuk meningkatkan sumber daya regional; serta peningkatan keterlibatan sektor swasta.

Menyongsong MEA, kita perlu mengubah kekhawatiran menjadi keoptimisan. Pada awalnya, pembentukan MEA sendiri bertujuan untuk kooperatif membangun ekonomi tiap negara anggota. Kita harus berani untuk memperbaiki diri dan berkompetisi dengan negara lain.

Intinya harus ada sinergisitas yang kuat antara pemerintah (political will ), swasta dan masyarakat dalam membangun ekonomi Indonesia ke depan, sehingga kekhawatiran yang ada tidak pula terjadi.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved