Pemerintahan Terancam Tak Jalan

Selasa, 20 Januari 2015 - 14:04 WIB
Pemerintahan Terancam...
Pemerintahan Terancam Tak Jalan
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo berjanji bisa menata dengan cepat struktur birokrasi, terkait penambahan dan penggabungan kementerian baru. Namun, hingga bulan ketiga belum ada kepastian penataan terkait nomenklatur baru di 13 kementerian.

Pakar administrasi negara UGM Miftah Thoga mengatakan, kelambanan penataan tersebut bisa mengancam jalannya pemerintahan. “Masa sudah beberapa bulan berjalan, struktur organisasi masih belum jelas. Kabinet baru dengan stok lama. Sama saja pemerintahan masih belum jalan. Ini masih pakai struktur Pak SBY kan,” ujar dia saat dihubungi KORAN SINDOkemarin.

Miftah mengatakan belum jelasnya struktur organisasi pada nomenklatur baru sangat berpengaruh pada jalannya pemerintahan. Menurut dia, hal itu akan membuat pemerintahan berjalan tidak efektif dan bahkan sebenarnya jalan di tempat. “Ini kan seperti bergaya saja. Blusak blusuk saja. Presiden harus jelas apa tujuan setiap kementerian, lalu dibagi ke menterinya. Saya lihat komunikasinya hanya rapat saja, lalu hasilnya apa,” paparnya.

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan seharusnya penataan organisasi baru tidak akan memakan waktu lama jika presiden paham tujuan dari pembentukan nomenklatur baru. Seharusnya pembantu presiden memberikan saran bagaimana seharusnya nomenklatur, literatur, dan tata organisasinya.

“Kalau tidak mengerti mending suruh mengundang yang mengerti. Kenapa buat kementerian ini. Sekarang tidak jelas bagaimana pemerintahan. Masih sama kan eselonnya sekarang dengan pemerintah sebelumnya,” ujar dia. Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Rini Widyantini mengatakan, struktur organisasi eselon I sudah diserahkan kepada Presiden sejak Desember.

Karena itu, saat ini tinggal menunggu perpres dikeluarkan. “Sebelumnya sudah disidangkabinetkan tentang desa. Tampaknya sudah clear. Tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Ini soal eselon I,” katanya. Rini mengatakan, sambil menunggu perpres tersebut, pihaknya juga sedang mempersiapkan tata organisasi untuk eselon II hingga eselon IV.

Dita angga
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved