Menko Polhukam: Belanda-Brasil Harus Hormati Hukum di Indonesia

Senin, 19 Januari 2015 - 22:30 WIB
Menko Polhukam: Belanda-Brasil...
Menko Polhukam: Belanda-Brasil Harus Hormati Hukum di Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno meminta Belanda dan Brasil untuk menghormati proses hukum di Indonesia terkait eksekusi mati enam terpidana narkoba yang dua di antaranya merupakan warga negara Belanda dan Brasil.

"Kita berpendapat bahwasannya negara-negara lain terkena itu harus menghargai hukum di Indonesia. Itu hak mereka, menarik dubesnya untuk konsultasi. Termasuk Belanda demikian," ujarnya kepada Koran SINDO, Senin (19/1/2014).

Dia menuturkan, protes serupa juga pernah diterima pemerintah Singapura ketika menerapkan hukuman mati. "Saya tadi juga dari intelijen Singapura, dia mengatakan dulu Singapura menerapkan hukuman mati juga diprotes. Kalau kita lemah, kita akan begitu terus. Kita negara berdaulaut," tegasnya.

Karena itu, dia kembali meminta negara yang warga negaranya dieksekusi mati menghargai keputusan yang diambil pemerintahan Indonesia. Sebab, Indonesia juga menghargai jika warga negaranya harus menjalani hukuman mati di negara lain karena tersangkut kasus hukum tertentu.

"Indonesia sering ya memberi bantuan hukum bagi warganya yang dihukum di negara lain, kalau itu enggak bisa ya bagaimana kita harus menghargai. Semasih kita kasih bantuan hukum pasti kita kasih.

Sebelumnya, Brasil dan Belanda masing-masing menarik duta besar mereka di Jakarta untuk berkonsultasi terkait eksekusi mati warganya di Indonesia. Menanggapi hal itu, Tedjo meyakini hal itu tidak akan menganggu hubungan kedua negara.

"Dubesnya dipanggil hanya untuk konsultasi, enggak akan ganggu hubungan kita dengan WNA yang terkena hukum," pungkas.
(kri)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved