Migrant Care Minta Jokowi Berkaca dari Negara Luar

Senin, 19 Januari 2015 - 20:52 WIB
Migrant Care Minta Jokowi...
Migrant Care Minta Jokowi Berkaca dari Negara Luar
A A A
JAKARTA - Migrant Care mengingatkan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) agar tak memaksakan diri menerapkan hukuman mati di Indonesia. Sebab, negara asing dinilai sudah melunak terhadap penerapan hukuman mati tersebut.

Aktivis Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, dari data Migrant Care, sebanyak 260 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbelit masalah hukum, 17 diantaranya divonis mati.

Namun hasil audiensi antara Migrant Care, anggota DPR, dan KontraS menemui jalan terang, yaitu negara luar mulai mempertimbangkan untuk membatalkan hukuman mati terhadap WNI.

"Kebanyakan itu kena di Malaysia, WNI kita. Mereka setuju ada moratorium hukuman mati kepada WNI kita," ujar Wahyu saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Masih menurut data Migrant Care, lanjut Wahyu, di China (Tiongkok), terdapat tujuh WNI yang telah divonis mati dalam kasus narkoba. Namun berdasarkan fakta persidangan, ketujuh WNI tersebut hanya sebagai kurir, sehingga bebas dari hukuman mati.

"Di Filipina TKI kita dituduh hukuman maksimal. Tapi karena Filipina tidak menerapkan hukuman mati, sehingga WNI itu mendapat perlindungan karena punya info membongkar jaringan narkotika," tuturnya.

Dia menambahkan, sudah keharusan Jokowi menghapus hukuman mati di Indonesia, jika benar akan menghargai hak hidup dan menghormati kemanusiaan. Dia menyarankan agar proses penegakan hukum dan membongkar mafia narkoba lebih diutamakan pemerintah Jokowi.

"Isu hukuman mati itu, isu universal, lintas batas negara," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved