Hukuman Mati Dinilai Senjata Ampuh Perangi Narkoba

Senin, 19 Januari 2015 - 14:11 WIB
Hukuman Mati Dinilai...
Hukuman Mati Dinilai Senjata Ampuh Perangi Narkoba
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai tetap perlu menjatuhkan hukuman mati bagi bandar narkoba untuk memerangi peredaran narkotika di Indonesia. Karena itu, pemberian hukuman mati dianggap senjata ampuh memerangi peredaran narkoba.

"Negara kita sudah dalam keadaan darurat narkoba. Pengguna sudah hampir mendekati lima juta orang, 30-40% dari mereka sudah sulit untuk bisa direhabilitasi," kata Anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Dia pun mengapresiasi ketegasan jajaran penegak hukum yang telah melaksanakan eksekusi hukuman mati terhadap bandar besar narkoba. Menurutnya, dukungan seperti ini patut diberikan sebagai pesan kepada para bandar narkoba, bahwa Indonesia bukan lagi surga bagi bisnis haram mereka.

"Saya tidak sependapat dengan Komnas HAM yang tetap menentang hukuman mati terhadap kejahatan-kejahatan berat seperti narkoba, terorisme dan pembunuhan berganda dan berencana," kata dia.

Pada kesempatan itu, politikus PPP tersebut juga menyinggung perihal reaksi Pemerintah Belanda dan Brasil yang menarik duta besarnya untuk Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut adalah hal yang normal dalam hubungan diplomatik antarnegara.

Ia pun yakin, kedua negara akan segera menempatkan kembali duta besarnya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apa lagi, lanjut dia, kepentingan ekonomi Belanda dan Brasil terhadap Indonesia lebih besar dari kepentingan ekonomi Indonesia terhadap keduanya.

"Justru jika sebuah pemerintah adem-adem saja melihat WN-nya akan dieksekusi mati di negara lain, maka tentu komitmen perlindungan WN di luar negeri pemerintah tersebut akan dipertanyakan oleh publik negaranya. Saya yakin kedua negara itu akan menempatkan kembali dubesnya dalam waktu dekat," tutup Arsul.
(kri)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved